Program Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Luwu Utara memasuki tahap olah lahan. Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar mulai melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah lokasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memenuhi target pelaksanaan.
Monitoring dilakukan pada tiga paket pekerjaan di tiga kecamatan, yakni Paket 1 Sulawesi Selatan di Kecamatan Sabbang Selatan, Paket 3 Sulawesi Selatan di Kecamatan Malangke, dan Paket 9 Sulawesi Selatan di Kecamatan Mappedeceng.
Melalui kegiatan tersebut, tim BPLIP memantau progres pekerjaan di lapangan sekaligus mengevaluasi kondisi teknis agar pelaksanaan program tetap sesuai ketentuan. Selain itu, monitoring menjadi sarana koordinasi dengan para pelaksana untuk mengidentifikasi berbagai kendala serta menyusun langkah percepatan penyelesaian pekerjaan.
BPLIP Kelas I Makassar menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan Program Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Program ini diharapkan mampu menambah luas baku sawah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Luwu Utara.
Bupati Minta Camat dan Kepala Desa Kawal Program
Komitmen menyukseskan program tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Bupati Andi Abdullah Rahim meminta seluruh camat dan kepala desa yang wilayahnya menjadi lokasi program untuk aktif mengawal pelaksanaannya.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Teknis Program Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang digelar BPLIP Kelas I Makassar di RM Ulu Bete, Kecamatan Mappedeceng, Sabtu (11/7/2026).
Bahkan, sebelum rapat dimulai, Andi Abdullah Rahim mengecek langsung kehadiran para camat dan kepala desa untuk memastikan seluruh pihak memahami proses pelaksanaan program.
“Kenapa saya absen seluruh kehadiran bapak ibu karena kegiatan ini sangat penting agar bapak ibu tahu bagaimana proses yang baik untuk program cetak sawah di Luwu Utara,” ujarnya.
Menurut Andi Rahim, program cetak sawah rakyat menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui pemanfaatan lahan yang masih berpotensi dikembangkan menjadi areal persawahan.
“Program cetak sawah rakyat ini setelah dikeluarkan oleh kementerian dan disahkan oleh Presiden saya langsung ambil karena ini adalah program yang paling bagus untuk bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat kita,” katanya.
Ia meyakini Luwu Utara masih memiliki potensi lahan yang dapat dikelola melalui program tersebut.
“Saya yakin banyak lahan kita yang bisa kita kelola untuk program cetak sawah rakyat ini, karena yakinlah ini untuk kesejahteraan masyarakat kita,” tambahnya.
Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani
Selain menambah areal persawahan, program cetak sawah juga diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Karena itu, Andi Rahim meminta seluruh perangkat pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pelaksanaan program.
“Saya minta kepada kita semua, pikiran kita jelas ini untuk kesejahteraan masyarakat kita. Tantangan yang ada itulah fungsi kita sebagai pemerintah untuk menjawab tantangan itu,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara akan terus mendukung pelaksanaan Program Cetak Sawah agar berjalan sesuai rencana.
“Insya Allah kita akan laksanakan cetak sawah rakyat ini dengan segala upaya akan kita usahakan,” tutupnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

