Bupati dan Wabup Peringati Maulid di Pesantren Uswatun Hasanah

2 Min Read

Pondok Pesantren Uswatun Hasanah Desa Cendana Hijau Kecamatan Wotu menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammmad SAW. Perayaan Maulid Nabi ini mengangkat tema “kita menyeruak kegelapan dengan lentera kebenaran, kebaikan dan keindahan islam” yang dipusatkan di halaman pesantren, Minggu (25/12/2017).

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut di hadiri langsung Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dan Istri, Puspawati Husler dan Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, anggota DPRD, Irmanto Hafid dan orang tua santri.

Dalam sambutannya, Husler mengatakan kesuksesan Nabi Muhammad dalam membangun peradaban Islam patut dijadikan rujukan. Hanya dalam kurun waktu yang cukup singkat, Nabi Muhammad telah sukses merubah tatanan kehidupan masyarakat Arab menjadi lebih beradab dan berakhlak mulia.

Atas dasar itulah, pemerintah daerah menyadari pentingnya pendidikan untuk menyiapkan manusia yang berkualitas. Terlebih lagi pendidikan keagamaan untuk membentuk manusia yang bermoral baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.

“Itulah mengapa saya katakan pendidikan agama itu penting untuk membekali generasi muda dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin dimasa depan,” kata Husler.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengatakan pentingnya membangun kebersamaan dan toleransi di Kabupaten Luwu Timur mengingat daerah ini sangat majemuk.

“Pesantren saya harapkan juga ikut memberikan pencerahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersamaan dan toleran antara sesama pemeluk agama,” tandasnya.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.