Bupati Husler Lantik Pengurus KSR PMI Stikes Batara Guru

2 Min Read

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler melantik Pengurus Baru KSR PMI Unit 001 STIKES Batara Guru Periode 2019/2020, bertempat di Aula Stikes Batara Guru, Kecamatan Wotu, Rabu (15/01/2020).

Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Pengurus Yang Bertanggungjawab Dengan Semangat Baru Untuk Kemajuan Organisasi”.

Pengurus KSR PMI Luwu Timur unit 001 Stikes Batara Guru sebelumnya telah menggelar Musyawarah Besar (MUBES) beberapa waktu lalu dan Andi Egita terpilih kembali sebagai Ketua KSR PMI Stikes Batara Guru 2019/2020 sebagai ketua Demisioner.

Bupati Thorig Husler yang juga sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Luwu Timur, mengapresiasi dan bangga kepada mahasiswa STIKES Batara Guru telah menunjukkan dedikasinya dalam kepentingan sosial selama ini.

“Sejak awal terbentuknya organisasi ini sembilan tahun silam, saya selalu menyempatkan diri untuk melantik langsung pengurusnya,” kata Husler.

Menurutnya, Stikes Batara Guru patut bangga dengan kehadiran KSR PMI sebagai organisasi mahasiswa sebagai wadah menumbuhkan karakter dan kepedulian sosial mahasiswa.

“Selamat kepada pengurus yang baru dan terima kasih juga pada pengurus sebelumnya yang telah mengabdikan diri untuk kemanusiaan,” tutup Husler.

Selain Bupati Luwu Timur, hadir pula Ketua DPRD Luwu Timur, H. Amran Syam, Ketua STIKES Batara Guru Sorowako, Kepala OPD, Direktur RSUD I Lagaligo Wotu, Danramil Wotu, dan Kepala Markas PMI Kabupaten Luwu Timur. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.