Bupati Ingatkan, Tangkal Narkoba dengan Ilmu Agama

2 Min Read

BELOPA- Bupati Luwu, Basmin Mattayang, kembali mengingatkan kepada seluruh orang tua dan generasi muda di Kabupaten Luwu akan bahaya narkoba atau narkotika dan obat-obat terlarang.

Disampaikan Bupati Luwu, bandar narkoba sudah masuk di Luwu sehingga perlu dilakukan kewaspadaan dan antisipasi kepada generasi muda khususnya di Kabupaten Luwu.

“Kita lihat di pemberitaan, hampir setiap pekannya bahkan setiap hari ada penangkapan pengguna narkoba bahkan bandar narkoba. Barang haram ini sudah masuk di Luwu dan dibawa oleh bandar narkoba, kita harus waspada dan melakukan antisipasi,” ujarnya.

Ini disampaikan Basmin Mattayang, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Taman Kanak-Kanak Al Qur’an (TKA) dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Yayasan Darul Khaerat di Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang.

Untuk menangkal hal ini lanjut Basmini, hanya satu jalan yakni dengan jalan agama. “Hanya satu cara menangkal hal ini, yaitu perdalam ilmu agama, Insha Allah, diri kita dan keluarga akan terbentengi dari segala penyakit sosial termasuk narkoba,” ujarnya.

Olehnya itu kata dia, pendidikan agama sangat diutamakan Pemerintah Kabupaten Luwu.

“Atas nama pemerintah kami memberikan apresiasi kepada pihak yayasan yang dengan gigih melakukan pembangunan pendidikan agama di Luwu.

“Ini sesuai konsep pemerintah yang ingin mewujudkan masyarakat yang mandiri ekonominya bagus dan religius. Semoga pesantren ini berjalan dengan baik. Secara pribadi saya sumbangan sebesar Rp10 juta untuk membayar sebagian lahan yang dibutuhkan saat ini, semoga bermanfaat untuk kita semua,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Yayasan Darul Khaerat, Muhammad Darwis, menyampaikan yayasan tersebut berdiri sejak 1 Januari 2013.

“Adapun kegiatan kami, tahap pertama membuka lapangan kerja untuk guru mengaji dasar sebanyak 15 kelompok dari Desa Muladimeng, Kelurahan Padang Sappa, Desa Mario dan beberapa desa lainnya yang dibina 17 guru pengajar termasuk guru tilawah,” sebutnya.

 

Laporan: Damrin Arfah Kurupi, Luwu

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.