Bupati Luwu Timur Hormati Laporan Dugaan Kekerasan, Minta Persoalan Laoli Dilihat Secara Utuh

Asdhar
4 Min Read
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam memberikan keterangan mengenai penanganan kawasan PSN PT IHIP.
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menyatakan menghormati langkah hukum yang ditempuh masyarakat maupun pendamping hukum terkait dugaan tindakan aparat dalam proses pengosongan kawasan di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili.

Menurut Irwan, setiap dugaan pelanggaran harus diproses secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu, laporan yang telah disampaikan ke Polda Sulawesi Selatan merupakan hak warga negara yang harus dihormati.

“Kalau memang ada laporan, silakan diproses sesuai mekanisme hukum. Pemerintah tidak akan menghalangi proses penyelidikan. Kami menghormati setiap proses hukum yang berjalan,” kata Irwan, Sabtu (8/8/2026).

Meski demikian, Irwan meminta publik tidak melihat persoalan Laoli hanya dari peristiwa pengosongan kawasan pada 30–31 Juli 2026. Menurutnya, pelaksanaan pengosongan merupakan bagian dari rangkaian proses yang telah berlangsung cukup panjang.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan pengosongan, pemerintah telah menjalankan tahapan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK), mulai dari pendataan masyarakat terdampak, identifikasi tanaman dan bangunan, penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebagai lembaga independen, hingga berbagai forum dialog dan musyawarah bersama masyarakat.

“Yang perlu dipahami, proses ini tidak dimulai pada 30 Juli. Ada tahapan yang panjang sebelumnya, ada pendataan, ada penilaian independen, ada musyawarah, dan ada berbagai upaya penyelesaian yang telah dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Irwan mengatakan pemerintah juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat terdampak, termasuk memfasilitasi penyusunan rekomendasi bersama yang memuat komitmen mengenai prioritas kesempatan kerja, peluang usaha bagi masyarakat lokal, serta berbagai bentuk pemberdayaan ekonomi ketika kawasan industri mulai beroperasi.

Berdasarkan data pemerintah, dari 116 masyarakat yang masuk dalam mekanisme PDSK, sebagian besar telah menerima santunan sesuai hasil penilaian independen, sementara sekitar 30 warga memilih belum menerima karena masih memiliki keberatan terhadap mekanisme maupun nilai yang ditetapkan.

Menurut Irwan, pemerintah menghormati perbedaan sikap tersebut. Namun pemerintah juga memiliki tanggung jawab menjalankan proses penyiapan kawasan yang telah menjadi bagian dari kebijakan pembangunan nasional.

Terkait dugaan tindakan aparat di lapangan, Irwan menegaskan pemerintah tidak akan mencampuri proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.

“Kalau ada dugaan tindakan yang melampaui prosedur, biarlah proses hukum berjalan. Kita tidak boleh mengintervensi. Semua harus diuji secara objektif berdasarkan fakta dan ketentuan hukum,” katanya.

Irwan juga mengingatkan bahwa rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menjadi perhatian pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan hak masyarakat terdampak dan pemulihan penghidupan (livelihood restoration).

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan kawasan, tetapi juga pada bagaimana masyarakat di sekitar kawasan industri memperoleh manfaat nyata dari investasi yang masuk ke Luwu Timur.

“Bagi kami, pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan kawasan industri. Pembangunan harus menghadirkan lapangan kerja, peluang usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Itu yang terus kami dorong,” ujarnya.

Karena itu, Irwan berharap penilaian terhadap persoalan Laoli dilakukan secara utuh dengan mempertimbangkan seluruh proses yang telah ditempuh, bukan hanya satu tahapan yang terjadi di lapangan.

“Pemerintah menghormati proses hukum, menghormati hak masyarakat, dan pada saat yang sama tetap berkewajiban memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Yang paling penting adalah bagaimana semua pihak tetap menjaga komunikasi dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat Luwu Timur,” pungkasnya.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser