Keberangkatan 47 anggota Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Luwu Timur ke Jambore Nasional XII Tahun 2026 dinilai bukan sekadar partisipasi dalam kegiatan kepanduan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemandirian generasi muda.
Anggota DPRD Luwu Timur Sarkawi mengatakan Jambore Nasional menjadi ruang penting bagi para peserta untuk belajar, membangun jejaring, serta membawa pengalaman baru yang dapat diterapkan di daerah.
Menurutnya, pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing.
“Jambore Nasional bukan hanya kegiatan perkemahan. Ini adalah proses pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, dan kemandirian yang sangat dibutuhkan generasi muda kita,” ujar Sarkawi.
Sebagai Wakil Ketua Bina Muda Kwarcab Gerakan Pramuka Luwu Timur, ia berharap seluruh anggota kontingen dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan diri sekaligus menjaga nama baik Luwu Timur selama mengikuti kegiatan di Jakarta.
DPRD Dukung Pembinaan Pramuka
Kontingen Luwu Timur yang diberangkatkan ke Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, berjumlah 47 orang.
Komposisinya terdiri dari 32 peserta penggalang, 4 pembina pendamping, 2 orang Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab), 2 orang tim kesehatan, 1 orang tim humas, dan 6 orang tim peninjau.
Seluruh kontingen akan mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada 13–20 Agustus 2026.
Sarkawi menilai pengalaman yang diperoleh peserta selama Jambore Nasional akan menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke Luwu Timur.
Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah maupun di lingkungan masing-masing dengan menularkan nilai-nilai disiplin, kepedulian, kerja sama, dan semangat pengabdian.
Menurutnya, pembinaan Pramuka perlu terus mendapat dukungan karena sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak yang berangkat ini adalah duta daerah. Mereka membawa nama Luwu Timur, tetapi yang lebih penting, mereka akan membawa pulang pengalaman, wawasan, dan semangat baru untuk kemajuan daerah,” katanya.
Jambore Nasional XII Tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan kapasitas generasi muda agar memiliki kreativitas, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

