Bupati Luwu Timur Hadiri Temu Karya Nasional di Bali

2 Min Read

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, didampingi istri, Hj. Puspawati, menghadiri Temu Karya Nasional gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Pindeskel 2018) di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, Jumat (19/10/2018).

Temu Karya Nasional ini resmi dibuka Presiden RI, Joko Widodo, didampingi ibu Iriana. Turut hadir pula Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjojo dan Gubernur Bali, Wayan Koster.

Dalam sambutannya, Presiden RI, Joko Widodo, meminta agar pembangunan infrastruktur itu harus terkoneksi dari pusat hingga kedaerah. Menurutnya, Pemerintah Pusat akan membangun infrastruktur yang berskala besar namun harus didukung oleh Pemerintah Daerah.

“Pembangunan tol yang dilakukan harus didukung dengan memperbaiki jalan Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga jalan Desa. Ini yang namanya terkoneksi,” katanya.

Presiden Jokowi juga meminta agar Pemerintah Daerah sudah mulai mengadaptasi berbagai teknologi untuk meningkatkan layanan. Menurutnya, sudah cukup banyak aplikasi yang tersedia yang bisa dimanfaatkan.

“Pemerintah harus mulai mengadaptasi teknologi. Kalau tidak, kita akan kesulitan untuk bersaing dengan negara lain. Ini harus bisa di antisipasi,” katanya.

Kedepan, kata Jokowi, Pemerintah Pusat juga akan menyiapkan anggaran untuk kelurahan.

Keikutsertaan Luwu Timur di ajang Temu Karya Nasional ini karena merupakan utusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu juara tingkat Provinsi pada ajang lomba TTG.

Warga Luwu Timur, Sarno, meraih juara II TTG dengan menciptakan Alat Pemanjat Anti Merosot, dan keberhasilan kelompok Tompeasa meraih juara harapan II TTG karena mereka berhasil membangun mesin pencacah dan pencampur bahan kompos.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.