Cara Unik Anak Muda di Wotu dalam Melestarikan Budaya Lokal

Asdhar
1 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Dalam upaya menjaga kelestarian budaya dan bahasa daerah mereka, anak-anak muda di Wotu menghadirkan inovasi menarik dalam Higmis Fest 2025.

Pada festival tersebut, mereka mengadopsi konsep pembawa acara dalam empat bahasa, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Wotu, dan Bahasa Indonesia.

Langkah ini tidak hanya memperlihatkan keterbukaan mereka terhadap globalisasi tetapi juga menjadi bentuk nyata dalam melestarikan Bahasa Wotu, yang kini terancam punah.

Menurut UNESCO, Bahasa Wotu telah masuk dalam kategori hampir punah, dengan jumlah penutur yang diperkirakan kurang dari 100 orang.

Keberadaan acara seperti Higmis Fest menjadi sangat penting dalam menghidupkan kembali bahasa ini di kalangan generasi muda, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Dengan menggabungkan unsur budaya, edukasi, dan inovasi dalam acara ini, anak-anak muda di Wotu menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan relevan dengan zaman.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser