Cegah Covid-19, Bupati Luwu, Minta ASN Absensi Manual

2 Min Read

MAKASSAR- Bupati Luwu, Basmin Mattayang, memimpin rapat terbatas pencegahan penyebaran wabah virus corona (Covid-19), di Makassar, Senin 16/03/20.

Rapat dihadiri instansi terkait, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Direktur RSUD Batara Guru, Kadis Kominfo, Badan Kepegawaian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Pada rapat tersebut, Bupati meminta stake holder terkait, memberikan saran dan masukan, pencegahan wabah Vovid 19 di Luwu.

“Upaya pencegahan ini, memang perlu dilakukan secara bersama-sama dan kita bentuk tim Satgas penanggulangan wabah Covid-19 dan saya minta asisten I, Yermia Maya, sebagai ketua Satgas ini,” kata Basmin Mattayang, Senin 16/03/20.

Bupati juga sempat menyinggung, video dirinya bersama Gubernur, saat menyambut Menhub, Budi Karya Sumadi, saat berkunjung ke Bandara Ilagaligo, Bua.

“Pak Gubernur menyampaikan ke saya, bahwa video itu viral, dan saya sampaikan, pasca pertemuan itu, sudah lewat masa inkubasi dan suhu badan saya normal,” katanya.

Saat ini, dirinya masih berada di Makasaar, untuk mengikuti sejumlah agenda di Gubernuran dan agenda penting lainnya.

Sementara dari hasil rapat terbatas tersebut, dilahirkan beberapa poin penting, diantaranya absensi sidik jari untuk ASN, untuk sementara ditiadakan dan sementara waktu, menggunakan absensi manual. ASN juga dihimbau untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Poin lainnya, adalah akan meliburkan anak sekolah, setelah ada keputusan dari Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Laporan: Damrin Arfah, Makassar

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.