Dange Juara, Jaga Tradisi Lewat Kemasan Modern

Asdhar
3 Min Read
Kelompok Sentra Patisagu Ito Wotu memperagakan pengolahan sagu menjadi "Dange Juara" di Lapangan Pendidikan, kompleks perkantoran Pemkab Luwu Timur (Sumber: Ist)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Dange, pangan tradisional berbahan sagu yang selama ini identik dengan kemasan sederhana, kini tampil dengan wajah baru.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur meluncurkan Dange Juara untuk memperluas pasar pangan lokal sekaligus menjaga tradisi kuliner khas daerah tetap bertahan di tengah perkembangan industri pangan modern.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, meluncurkan Dange Juara saat puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Luwu Timur di Lapangan Pendidikan, kompleks perkantoran Pemkab Luwu Timur, Senin (8/6/2026).

Dange Juara merupakan produk UMKM binaan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Disdagkop UKMP) Luwu Timur bersama kelompok Sentra Patisagu Ito Wotu.

Selama bertahun-tahun, masyarakat mengenal dange sebagai pangan tradisional dengan kemasan sederhana. Kondisi itu membuat produk berbahan dasar sagu tersebut lebih banyak beredar di lingkungan lokal.

Kini, Dange Juara hadir dengan kemasan modern yang lebih praktis dibawa dan lebih siap masuk pasar yang lebih luas.

Ketua Sentra Patisagu Ito Wotu, Tisra, mengatakan produk tersebut tetap mempertahankan cita rasa asli meski tampil dengan kemasan baru.

“Dange Juara tanpa bahan pengawet, aman dikonsumsi, dan tahan lama,” kata Tisra.

Produk Tradisional dengan Wajah Baru

Dange merupakan makanan tradisional khas Luwu Raya yang terbuat dari tepung sagu dan dipanggang menggunakan cetakan tanah liat.

Biasanya, masyarakat menikmati dange bersama makanan tradisional lain seperti pocco dan lawa’.

Berbeda dengan kemasan lama, Dange Juara hadir dengan identitas produk yang lebih kuat. Produk ini juga mengantongi sertifikat halal serta mempertahankan daya tahan produk tanpa tambahan bahan pengawet.

Kabid Perindustrian Disdagkop UKMP Luwu Timur, Nirmala Sari, mengatakan kemasan baru menjadi langkah penting agar pangan tradisional lebih mudah diterima pasar modern.

Menurutnya, produk ini juga tidak mengeluarkan aroma khas sagu yang selama ini menjadi ciri dange tradisional.

“Sekarang Dange Juara bisa dibawa ke mana saja. Tidak berbau dan teksturnya tetap terjaga,” ujar Nirmala.

Dorong Pasar Lebih Luas

Sentra Patisagu Ito Wotu beranggotakan pembuat dange dari Desa Bawalipu dan Lampenai, Kecamatan Wotu.

Melalui Dange Juara, pemerintah daerah ingin membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal berbasis sagu.

Saat ini, pemasaran produk masih berlangsung terbatas melalui Disdagkop UKMP Luwu Timur.

Meski demikian, peluncuran Dange Juara menjadi langkah awal untuk membawa pangan tradisional keluar dari pasar lokal dan memperkenalkan identitas kuliner Luwu Timur kepada pasar yang lebih luas.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser