
Kecamatan Towuti dan Burau masih menjadi dua wilayah dengan jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) terbesar di Kabupaten Luwu Timur berdasarkan data penyaluran tahun 2025 dan capaian sementara 2026.
Data penyaluran menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 30.618 siswa penerima bantuan pendidikan di Luwu Timur.
Dari jumlah itu, Kecamatan Towuti menjadi wilayah dengan penerima terbanyak mencapai 5.385 siswa, disusul Burau sebanyak 5.220 siswa.
Posisi berikutnya ditempati Malili dengan 3.674 penerima, Wotu 3.485 penerima, dan Tomoni sebanyak 3.427 penerima.
Dominasi Towuti dan Burau berlanjut pada data sementara 2026. Bedanya, Burau kini sementara memimpin dengan 2.650 penerima, sedangkan Towuti berada di posisi kedua dengan 1.324 penerima.
Secara keseluruhan, data sementara 2026 mencatat 8.314 siswa penerima bantuan atau sekitar 27,2 persen dibanding total penerima tahun sebelumnya. Karena penyaluran masih berlangsung, angka tersebut masih berpotensi bertambah.
Selain menunjukkan dominasi dua kecamatan terbesar, data juga memperlihatkan adanya kesenjangan progres penyaluran antarwilayah. Kecamatan Nuha menjadi daerah dengan capaian paling rendah, baru mencapai sekitar 11,6 persen dibanding total penerima tahun lalu.
Kalaena dan Tomoni Timur juga masih menunjukkan progres rendah, masing-masing 13 persen dan 14,6 persen.
Sebaliknya, Burau menjadi kecamatan dengan progres tercepat. Dengan 2.650 penerima sementara, wilayah ini telah mencapai sekitar 50,8 persen dari total penerima tahun sebelumnya.
Data ini juga menunjukkan konsentrasi penerima bantuan pendidikan masih bertumpu pada wilayah-wilayah dengan jumlah penduduk dan peserta didik besar. Towuti dan Burau secara konsisten menjadi kantong terbesar penerima bantuan pendidikan selama dua tahun terakhir.

