Festival Sungai Malili Dongkrak Ekonomi, UMKM Kebanjiran Rezeki

Asdhar
2 Min Read
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, mengunjungi salah satu stand UMKm di Festival Sungai Malili (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)

Festival Sungai Malili (FSM) 2026 tak hanya menghadirkan hiburan dan atraksi budaya bagi masyarakat Luwu Timur. Perhelatan tahunan yang digelar di kawasan Anjungan Sungai Malili itu mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengaku mengalami peningkatan penjualan sejak hari pertama festival.

Ratusan pengunjung yang memadati area festival sejak malam pembukaan membuat lapak kuliner, kerajinan, hingga produk lokal ramai diserbu pembeli.

Sejumlah pedagang bahkan mengaku omzet penjualan meningkat dibanding hari biasa.

Salah seorang pedagang kuliner di area festival, Nurhayati, mengaku penjualannya meningkat signifikan sejak kegiatan dimulai.

“Alhamdulillah ramai sekali. Biasanya jualan segini bisa habis sampai malam, sekarang beberapa jam sudah banyak terjual. Semoga sampai festival selesai tetap ramai,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pedagang minuman dan makanan ringan lainnya yang menyebut tingginya kunjungan masyarakat membawa dampak langsung terhadap pendapatan harian mereka.

Festival Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan Festival Sungai Malili tidak hanya dirancang sebagai agenda hiburan, tetapi juga menjadi ruang penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti ini harus memberi manfaat langsung kepada warga, khususnya pelaku usaha kecil.

“Festival ini bukan hanya soal hiburan. Kita ingin kegiatan ini benar-benar menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama UMKM lokal agar bisa tumbuh bersama,” kata Irwan.

Usai pembukaan festival, Bupati bersama rombongan terlihat mengunjungi sejumlah stan UMKM dan mencicipi berbagai produk kuliner lokal yang dipamerkan pelaku usaha dari berbagai kecamatan.

Digelar Delapan Hari Penuh

Festival Sungai Malili 2026 berlangsung mulai 30 Mei hingga 6 Juni 2026.

Berbagai agenda disiapkan untuk menarik kunjungan masyarakat, mulai dari pameran UMKM, lomba perahu naga, festival budaya, music talent, hingga festival band.

Pemerintah daerah berharap tingginya mobilitas pengunjung selama festival berlangsung mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Dengan durasi festival yang berlangsung selama sepekan lebih, para pedagang berharap keramaian pengunjung terus bertahan hingga penutupan nanti.

Share This Article