Masih Tersisa 13 Km, Jalan Menuju Seko Masuk Inpres Jalan Daerah

Asdhar
3 Min Read
Pembangunan akses jalan menuju Seko beberapa waktu lalu (Dok)

Pembangunan akses jalan menuju wilayah Seko, Kabupaten Luwu Utara, kembali mendapat dorongan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Ruas Sabbang–Tallang yang menjadi jalur penghubung menuju kawasan pegunungan tersebut masuk dalam daftar proyek yang diajukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Meski demikian, masih terdapat sekitar 13 kilometer ruas jalan yang hingga kini belum tertangani dan membutuhkan lanjutan pembangunan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, mengatakan pembangunan ruas Sabbang–Tallang menjadi salah satu proyek strategis yang didorong melalui skema pendanaan bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

“Jalan Sabbang–Tallang di Luwu Utara masuk program Inpres Jalan Daerah tahun ini. Sistem pendanaannya berbeda dengan sebelumnya karena menggunakan skema sharing dengan APBD,” ujarnya, Sabtu (30/05/2026).

Pemprov Sulsel Siapkan Dana Pendamping Rp50 Miliar

Pemerintah Provinsi disebut telah menyiapkan anggaran pendamping sebesar Rp50 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan tersebut.

Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian ruas yang selama ini menjadi salah satu akses penting menuju wilayah Seko.

“Kami sangat berharap bantuan dari Kementerian PU bisa terus berlanjut karena masih ada sekitar 13 kilometer jalan yang belum sempat dibenahi,” kata Andi Ihsan.

Menurutnya, proses pembangunan jalan ini juga telah memasuki tahapan awal dengan pelaksanaan groundbreaking sebelumnya.

Akses Strategis untuk Mobilitas dan Distribusi

Jalur Sabbang–Tallang dinilai strategis karena menjadi bagian penting akses menuju wilayah Seko yang selama ini dikenal memiliki tantangan geografis cukup berat.

Kecamatan Seko merupakan wilayah dataran tinggi terpencil di Kabupaten Luwu Utara yang berada di ketinggian sekitar 1.113 hingga 1.485 meter di atas permukaan laut.

Wilayah yang kerap dijuluki “negeri di atas awan” tersebut berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Tana Toraja.

Meski jarak dari Sabbang menuju Seko hanya sekitar 120 kilometer, kondisi jalan yang belum sepenuhnya layak membuat waktu tempuh bisa mencapai dua hari dua malam menggunakan kendaraan roda dua.

Sulitnya akses juga membuat biaya transportasi menuju wilayah tersebut sangat mahal.

Bahkan, jasa ojek rute Sabbang–Seko sempat dikenal luas karena tarifnya yang bisa mencapai Rp700 ribu hingga Rp2 juta untuk sekali perjalanan.

Karena itu, keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga, memperlancar distribusi logistik, menekan biaya transportasi, hingga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pegunungan Luwu Utara.

Pemerintah Provinsi Sulsel berharap dukungan anggaran pusat dapat membantu mengurangi beban APBD sekaligus mempercepat penyelesaian ruas jalan yang masih tersisa.

Share This Article