Dinas Lingkungan Hidup Luwu Utara studi Tiru di Lutim

2 Min Read

Guna mempelajari tata cara pengelolaan Sampah serta Pengendalian Sampah Pakai Maggot (Papa Maggot) yang diterapkan di Luwu Timur, maka pada Selasa (20/08/2019) kemarin, rombongan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara, beserta Para Pejabat di lingkup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara yang berjumlah kurang lebih 20 orang dipimpin langsung oleh Kadisnya, Bambang Irawan melakukan study tiru di Dinas Kabupaten Luwu Timur.

Rombongan dari Kabupaten tetangga Lutim ini diterima oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kab. Luwu Timur, Aini Endis Anrika, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur, Andi Tabacina Ahkmad,, Sekertaris Dinas serta para Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara, Bambang Irawan mengungkapkan bahwa, maksud kedatangan mereka di Luwu Timur adalah untuk mempelajari mengenai Pengelolaan Sampah dan Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah di Kabupaten Luwu Timur.

Bambang menambahkan, alasan dipilihnya Kabupaten Luwu Timur sebagai Lokasi Studi Tiru ini, mengingat adanya kesamaan geografis dan budaya. Disamping itu, Pengelolaan Sampah di Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia, terutama Sulawesi Selatan, karena adanya beberapa Inovasi yang dilakukan, antara lain Inovasi Bank sampah, program Papa Maggot atau pengendalian sampah organic serta fasilitas penunjang TPA.

Adapun objek Studi Tiru antara lain, kompleks Pemda Luwu Timur, Bank Sampah Cemara, Bank Sampah Induk (BSI) Luwu Timur untuk belajar mengenai Bank Sampah serta TPA Ussu. (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.