Disdagkop dan UKM Gelar Operasi Pasar Gas 3 Kilogram

2 Min Read

Dinas Perdgangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) melakukan distribusi langsung elpiji 3 kilogram kepada masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro. Ini adalah salah satu langkah yg dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mengantisipasi kelangkaan Gas Melon tersebut yg terjadi beberapa hari ini.

Kabid Perdagangan, Disdagkop dan UKM, Andi Tenriawaru mengatakan, telah dilakukan koordinasi dengan pertamina MOR VII Makassar untuk melaksakan operasi pasar LPG tabung 3 kg, dan hal tersebut telah direspon dengan dilakukan penyaluran ekstra pada hari minggu 2 september sebanyak 2 truk (1120 tabung LPG 3 kg).

“Untuk operasi pasar ini, ditempatkan di wilayah Kecamatan Tomoni (1 truk 560 tabung) dan Kecamatan Malili (1 truk 560 tabung),” ungkap Tenriawaru, Minggu (02/09/2018).

Lanjut Tenri, distribusi penjualan dilakukan secara langsung kepada masyarakat tanpa melalui pangkalan ataupun pengecer, dengan membawa Foto Copy KK atau Foto Copy KTP, dan diawasi Pemerintah Daerah dan Pemerintah setempat sehingga diharapkan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang berhak dan sangat membutuhkan.

Sekedar diketahui, bahwa harga Gas 3 Kg yang dijual pada Operasi pasar ini sesuai dengan HET, dan dilakukan dalam 2 zona, yakni Kecamatan Tomoni yang masuk dalam zona 1 dengan harga Rp. 18.000 yang digelar pada pukul 16.00 Wita di Kantor Camat Tomoni dan Kecamatan Malili masuk dalam zona 2 dengan harga Rp. 18.900 pada pukul 18:00 Wita bertempat di samping Mesjid Agung Malili.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.