Lawan DBD dari Bangku Sekolah, Pelajar Lutim Mulai Jadi Jumantik

Asdhar
3 Min Read
SMPN 1 Mangkutana menggandeng UPTD Puskesmas Mangkutana untuk memberikan pembinaan teknis kepada Kader Kesehatan Remaja (KKR) serta para ketua kelas (Sumber: Ist)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Luwu Timur kini tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Sejumlah sekolah mulai melibatkan peserta didik sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk menanamkan budaya hidup bersih sekaligus memperkuat pencegahan penyakit sejak dini.

Melalui program tersebut, pelajar tidak hanya menerima edukasi tentang DBD. Mereka juga berperan aktif memantau potensi berkembangnya jentik nyamuk di lingkungan sekolah sebelum menjadi sumber penularan penyakit.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Raodah K, mengapresiasi inisiatif sekolah yang melibatkan peserta didik dalam upaya pencegahan DBD. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting membangun karakter sekaligus membiasakan perilaku hidup sehat sejak usia dini.

“Sekolah bukan hanya tempat peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan. Sekolah juga menjadi ruang untuk membangun karakter, termasuk membiasakan budaya hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan. Karena itu kami sangat mendukung pelibatan siswa dalam program Jumantik di sekolah,” ujar Raodah.

Ia menilai pelajar dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebiasaan positif, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga.

“Ketika anak-anak terbiasa memeriksa lingkungan dan mencegah berkembangnya jentik nyamuk, kebiasaan itu akan terbawa hingga ke rumah. Dampaknya tentu jauh lebih luas karena mereka ikut mengedukasi keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

SMPN 1 Mangkutana Jadi Pelopor

Salah satu sekolah yang mulai menerapkan program tersebut ialah UPT SMPN 1 Mangkutana, Kamis (18/6/2026). Sekolah itu menggandeng UPTD Puskesmas Mangkutana untuk memberikan pembinaan teknis kepada Kader Kesehatan Remaja (KKR) serta para ketua kelas.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah membentuk Tim Jumantik Sekolah yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan sekolah secara berkala.

Petugas Puskesmas Mangkutana terlebih dahulu memberikan materi mengenai penyebab DBD, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, serta langkah pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Setelah menerima materi, para siswa langsung mempraktikkan pemeriksaan di berbagai titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Mereka memeriksa kolam, saluran air, pot tanaman, hingga wadah bekas yang dapat menampung genangan air.

Diharapkan Menjadi Gerakan Bersama

Raodah berharap praktik seperti yang dilakukan SMPN 1 Mangkutana dapat menginspirasi sekolah lain di Luwu Timur.

Menurutnya, pendidikan kesehatan akan lebih efektif jika peserta didik ikut terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah.

“Kami berharap semakin banyak sekolah mengembangkan program serupa. Pencegahan penyakit tidak cukup dilakukan ketika kasus sudah muncul, tetapi harus menjadi bagian dari budaya sekolah yang diterapkan setiap hari,” ujarnya.

Melalui pelibatan pelajar sebagai Jumantik, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap kesadaran menjaga kebersihan lingkungan terus tumbuh sejak bangku sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun generasi yang sehat dan peduli terhadap lingkungan.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser