Dohri Optimis Luwu Timur Juara Di STQH XXXI

2 Min Read

Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis atau STQH XXXI Tingkat Provinsi Sulsel yang berlangsung di Plaza Kolam Makale, Tana Toraja, Selasa (23/04/2019) malam, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Acara bernuansa religi yang baru pertama kali digelar di Tana Toraja itu berlangsung meriah yang diwarnai atraksi seni budaya dan tarian tradisional Toraja, serta Parade Keumatan yang diikuti gereja dan imam masjid.

Asisten Pemerintahan Setdakab Luwu Timur, Dohri Ashari, bersama Kepala Kantor Kemenag Luwu Timur, HM. Nur Khalik, dan Kabag Kesra Setdakab Luwu Timur, Andi Asmasari, mendampingi langsung Kafilah Luwu Timur dalam devile ini. Mereka mengaku sangat kagum dengan sambutan warga Tana Toraja yang begitu antusias.

“Meski berpenduduk mayoritas Nasrani, namun suasana kerukunan dan toleransi betul – betul kita rasakan malam ini,” ungkap Dohri saat menyaksikan suasana pembukaan yang cukup semarak.

Menurut Dohri, meski Kabupaten Luwu Timur juga sudah tidak asing dengan potret keberagaman karena penduduknya heterogen, namun kerukunan dan toleransi warga Tana toraja patut dicontoh oleh daerah lain.

Pemukulan Beduk Getaran Sukma Ilahi oleh Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, Dirjen Bimas Islam, Uskup Agung Makassar, dan Ketua BPS Gereja Toraja, menandai dimulainya acara yang akan memperlombakan seni membaca Al-Qur’an tersebut.

Sebagai ucapan selamat datang, Dohri Ashari yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur juga dihadiahi sarung dan ”Passapu” atau tutup kepala khas Tana Toraja.

Dohri yakin kafilah Luwu Timur akan membawa pulang juara tahun ini. ”Kita bisa menjadi juara umum pada MTQ Provinsi tahun 2018 kemarin. Jadi pasti bisa menjadi juara lagi,” kuncinya. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.