DPPKB Luwu Timur Latih 112 Pendidik

Asdhar
3 Min Read

Untuk mewujudkan program Kesehatan Reproduksi Remaja sangat dibutuhkan konselor sebaya dan pendidik sebaya, karena konseling teman sebaya adalah program bimbingan dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya.

Olehnya itu, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi anggota PIK Remaja agar mampu menjadi konselor dan pendidik remaja, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Luwu Timur menggelar Pelatihan Pendidik Sebaya bagi Pengelola Pusat Informasi dan Konseling Remaja ( PIK- Remaja) Kabupaten Luwu Timur 2017.

Melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja ( PIK R ) harapannya remaja dapat terhindar dari Permasalahan TRIAD KRR yaitu Sexualitas, Napza dan HIV-AIDS. Mewujudkan remaja yang tegar sehingga dapat merencanakan kehidupan secara baik.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai pada tanggal 20 sampai dengan 21 Maret 2017 dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Bahri Suli di Gedung Wanita Simpurusiang, Puncak Indah, Malili (20/03/2017).

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Bahri Suli mengharapkan melalui pelatihan ini dapat memberikan keterampilan dan memahami prinsip dasar sebagai konselor sebaya dan pendidik sebaya untuk tiap PIK Remaja.

Karena menurutnya, masa remaja adalah masa transisi yang ditandai berbagai perubahan fisik, emosional dan psikis, dan hal ini bisa membingungkan remaja yang mengalaminya, oleh sebab itu mereka perlu bimbingan, dukungan dan pengertian lingkungan sekitar agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat fisik dan mental.

“Hanya dengan semangat dan kerelaan untuk bekerja keras maka, peran penting PIK R dalam mendukung terciptanya keluarga sejahtera di masa datang akan terwujud”ujar Bahri Suli.

Sementara Kepala DPPKB Kabupaten Luwu Timur, Rapiuddin Thahir dalam laporannya mengatakan peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 112 orang peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota PIK Remaja di Lembaga Pendidikan Formal sebanyak 23 sekolah setara SMP dan SMA serta Non Formal sebanyak 5 kelompok.

Adapun Materi yang disampaikan adalah Pendewasaan Usia Perkawinan,Triad KKR, Seksualitas,Napza,HIV dan AIDS dengan narasumber dari Satres Narkoba Polres Luwu Timur dan Duta Genre Sulawesi Selatan.

Ia juga berharap melalui pelatihan ini diharapkan peserta bisa menjadi konselor yang handal, berkualitas dan mampu memberikan informasi, konseling dan pelayanan tentang permasalahan remaja sekitarnya, sehingga konselor remaja peduli dan peka terhadap permasalahan teman-teman remaja sekitarnya.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.