Dua Desa di Lamasi Timur, Terisolir Akibat Banjir

2 Min Read

LUWU – Banjir di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Kamis malam, 21/05/20, mengakibatkan jalan poros Desa Pompengan Tengah, terputus. Badan jalan berubah jadi sungai berarus deras.

Tanggul sungai Lamasi yang jebol, menjadi penyebab terputusnya akses jalan Desa Pompengan Tengah. Selain memutus jalan desa, banjir juga merusak belasan rumah penduduk, sementara 200 lainnya terdampak.

Camat Lamasi Timur, Mulyanto Taro, mengatakan banjir juga merusak puluhan hektar tanaman padi serta tambak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten, untuk segera menurunkan bantuan, terutama bahan makanan,” kata Mulyanto, Jumat 22 Mei 2020.

Dia menambahkan, warga yang rumahnya terdampak banjir, untuk sementara mengungsi ke rumah warga lainnya, sambil menunggu tenda yang akan segera didirikan.

“Ada satu rumah yang sudah hanyut tak tersisa, sementara ada tiga lainnya yang sudah rusak berat, dan nyaris rubuh,” ujarnya.

Adapun Jabbar, warga korban banjir, mengatakan, dia bersama keluarganya, untuk sementara bertahan di jalan, sambil mencari lokasi yang memadai, untuk mendirikan tenda darurat.

“Kalau kondisi air seperti ini, surutnya lama, jadi untuk sementara kami akan mendirikan tenda darurat,” kata Jabbar.

Jabbar mengakui, hingga pukul 10.30 WITA, dia bersama warga lainnya, belum mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah.

“Yang paling kami butuhkan, adalah bahan makanan, dan pakaian,” ujarnya.

Laporan: Damrin Arfah, Luwu

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.