Penyesuaian tarif air oleh Perumdam Waemami Luwu Timur per 1 Juni 2026 memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Di tengah meningkatnya biaya kebutuhan rumah tangga, sebagian pelanggan mempertanyakan alasan kenaikan tarif air yang mulai diberlakukan tahun ini.
Menjawab keresahan tersebut, Direktur Perumdam Waemami, Andi Maryam MN Palullu, menegaskan bahwa penyesuaian tarif dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih, bukan untuk mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, Perumdam Waemami menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara kualitas pelayanan dan kondisi keuangan perusahaan.
“Penyesuaian tarif ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan PAD. Sampai saat ini pemerintah daerah belum pernah memberikan target setoran PAD kepada Perumdam Waemami,” kata Andi Maryam.
Dalam 23 Tahun, Tarif Air Baru Naik Dua Kali
Andi Maryam mengungkapkan bahwa Perumdam Waemami hanya dua kali melakukan penyesuaian tarif dalam kurun waktu sekitar 23 tahun terakhir. Penyesuaian pertama dilakukan pada 2023, sementara penyesuaian kedua diberlakukan tahun ini.
Menurutnya, rentang waktu yang panjang tanpa penyesuaian tarif membuat tarif air di Luwu Timur tertinggal dibanding kenaikan berbagai komponen biaya operasional yang terus terjadi dari tahun ke tahun.
Di sisi lain, perusahaan tetap harus menanggung biaya listrik untuk mengoperasikan instalasi pengolahan air, membeli bahan kimia yang harganya mengikuti kurs dolar, membayar pajak air baku, hingga melakukan pemeliharaan jaringan perpipaan dan penggantian meter pelanggan.
“Semua biaya operasional itu ditanggung dari pendapatan tarif air,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penyesuaian tarif harus segera terlaksana.
Bahkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2024 menunjukkan Perumdam Waemami berada dalam kondisi financial stretch atau tekanan keuangan.
Dalam audit tersebut, BPKP merekomendasikan agar perusahaan segera melakukan penyesuaian tarif untuk menjaga keberlanjutan layanan.
Selain itu, Perumdam Waemami juga mengacu pada Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 yang kemudian diperbarui melalui Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 terkait perhitungan tarif air minum.
Menurut Andi Maryam, tarif yang berlaku di Luwu Timur saat ini bahkan masih berada di bawah batas bawah sesuai Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan.
Perumdam Janji Tingkatkan Pelayanan
Meski demikian, Andi Maryam mengakui bahwa masyarakat berhak mempertanyakan manfaat dari kenaikan tarif tersebut.
Karena itu, Perumdam Waemami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Salah satu target adalah meningkatkan durasi distribusi air hingga 20 jam per hari di wilayah layanan.
Perusahaan juga terus melakukan perbaikan jaringan perpipaan dan fasilitas produksi untuk mengurangi gangguan distribusi.
“Di Kecamatan Burau, misalnya, Perumdam Waemami tengah membangun intake baru di Sungai Labongkok melalui dukungan anggaran pemerintah pusat,” ungkap Sekretaris Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sulselbar ini.
Pembangunan tersebut di harapkan dapat meningkatkan tekanan air dan memperbaiki layanan bagi pelanggan di sejumlah wilayah yang selama ini kerap mengalami gangguan distribusi.
“Kami berpegang pada prinsip 3K, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Tiga hal ini menjadi fokus utama dalam pelayanan kami,” jelasnya.
Selain peningkatan layanan, Perumdam Waemami juga tetap mempertahankan skema subsidi silang bagi kelompok tertentu.
Rumah ibadah, panti asuhan, dan sekolah negeri tetap mendapatkan keringanan berupa gratis pemakaian 40 meter kubik pertama setiap bulan. Perusahaan juga menggratiskan biaya sambungan baru untuk rumah ibadah.
Andi Maryam berharap masyarakat dapat memahami bahwa penyesuaian tarif merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih di Luwu Timur.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menyediakan air bersih hari ini, tetapi memastikan layanan tersebut tetap berjalan dan terus meningkat pada masa mendatang.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

