Festival Danau Matano Tawarkan 7 Destinasi Wisata

3 Min Read

Danau Matano bisa menjadi tujuan wisata yang memikat. Dikelilingi pengunungan Verbek yang menyajikan panorama yang indah, Danau Matano juga merupakan danau terdalam ketiga di Asia dan merupakan danau terdalam ke delapan di dunia.

Danau Matano juga memiliki daya tarik berbeda, karena merupakan salah satu danau purba dengan berbagai spesies endemik didalamnya seperti kepiting bungka, udang, siput, keong air tawar dan yang paling kesohor dari Danau Matano, ikan purba buttini yang memiliki nama latin Glossogobius matanensis juga menempati danau ini.

Keistimewaan danau ini juga karena airnya yang jernih, anda masih bisa melihat benda yang dibuang ketengah danau dengan kedalaman 23 meter. Lantaran airnya yang begitu jernih dan bersih serta ombaknya yang tenang, danau ini sering digunakan sebagai tempat rekreasi dan olahraga.

Tahun ini Festival Danau Matano akan digelar selama tiga hari, 27 hingga 29 November Mendatang. Festival ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Luwu Timur secara luas dan menjadi salah satu tujuan destinasi wisata.

Setidaknya ada 7 (tujuh) destinasi wisata yang akan ditawarkan dalam ajang kali ini diantaranya. Gua Air Matano, Gua Tengkorak, Mata Air Danau Matano (Bura-bura), Benteng Matano, Makam Raja Matano, dan Four Mini Island (empat pulau kecil). Ada juga destinasi lainnya yakni Sungai Lawa (Kali Dingin).

“Pengunjung akan diantar untuk mengunjungi tujuh destinasi wisata ini. Kami menyiapkan satu agenda khusus untuk kunjungan ini, sebagai salah satu upaya promosi budaya lokal melalui Festival Danau Matano,” kata Panitia Festival Danau Matano, Suke, di Malili beberapa waktu lalu.

Festival ini juga akan menghadirkan beragam acara, di antaranya pertunjukan seni, musik, pemilihan putra putri danau Matano, lomba katingting, lomba perahu hias, perahu dayung, lomba tangkap ikan, olahraga air, “water mapping,” dan “water laser.”

Selama pelaksanaan festival tersebut, para wisatawan juga berkesempatan menikmati wisata tambang di PT Vale, salah satu perusahaan tambang nikel terbesar di dunia yang berlokasi di Luwu Timur.

Festival Danau Matano akan dikemas secara berbeda dengan even-even wisata lainnya di Sulsel. Apalagi, even wisata tersebut betul-betul diperuntukkan untuk masyarakat Luwu Timur, turis mancanegara, dan turis domestik. Jadi tunggu apa lagi “ Ayo ke Luwu Timur ”.

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.