Firman Udding: Ukuran Kemerdekaan Bukan Hanya Seremoni

Asdhar
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti pada upacara dan seremoni. Bagi Anggota DPRD Luwu Timur Firman Udding, makna kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Firman setelah mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Pendidikan, Malili, Senin (17/8/2026).

Menurut Firman, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu merupakan amanah yang harus terus diisi oleh generasi sekarang. Salah satu bentuknya adalah memastikan pembangunan daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni. Nilai kemerdekaan harus diwujudkan melalui pembangunan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Firman.

Bagi Firman, ukuran keberhasilan mengisi kemerdekaan tidak semata-mata terlihat dari bagaimana sebuah daerah memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pembangunan yang merata, pelayanan publik yang semakin baik, terbukanya kesempatan kerja, pendidikan berkualitas, hingga peningkatan kesejahteraan menjadi bagian dari hal yang menurutnya perlu terus diperjuangkan.

“Kita tentu bersyukur bisa menikmati kemerdekaan selama 81 tahun. Tetapi pertanyaannya, bagaimana kemerdekaan itu kita hadirkan dalam kehidupan masyarakat? Masyarakat harus merasakan adanya kemajuan melalui pelayanan yang lebih baik, pembangunan yang merata dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Firman.

Kemerdekaan Harus Diterjemahkan dalam Kerja Nyata

Firman menilai pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah dan DPRD memiliki tanggung jawab melalui kebijakan dan program pembangunan, sementara masyarakat juga memiliki peran menjaga kebersamaan serta ikut berkontribusi sesuai bidang masing-masing.

Ia mengatakan perbedaan bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Keberagaman justru dapat menjadi kekuatan ketika seluruh elemen memiliki tujuan yang sama untuk membangun Luwu Timur.

“Perbedaan bukan penghalang. Justru menjadi kekuatan untuk membangun Luwu Timur bersama,” kata Firman.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian kepada sesama, serta terus bekerja dan berkarya.

“Jangan sampai semangat kemerdekaan hanya terasa saat bulan Agustus. Setelah upacara selesai, semangat itu harus tetap hidup dalam pekerjaan, pelayanan, pembangunan dan kepedulian kita kepada sesama,” ujarnya.

Menurut Firman, pembangunan pada akhirnya bukan hanya soal angka anggaran atau banyaknya program yang dijalankan. Yang lebih penting adalah memastikan kebijakan tersebut menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Sebagai bagian dari DPRD Luwu Timur, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat terus diperkuat agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Mari kita rawat kebersamaan dan berikan yang terbaik untuk Luwu Timur agar semakin maju, juara, dan sejahtera,” ujarnya.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser