Forkopimda Luwu Utara Bahas Pilkada DKI

1 Min Read
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (Dok: LH)

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Luwu Utara tak ingin ketinggalan dengan berbagai isu nasional yang mewacana akhir-akhir ini, salah satunya terkait Pilkada DKI yang kini sudah memasuki masa tenang.

Rapat Forkopimda yang digelar Bupati Luwu Utara bersama sejumlah Muspida merasa perlu membahas isu Pilkada DKI karena Pilkada di Ibukota negara itu sudah menjadi barometer nasional. Bahkan sudah ditetapkan, Pilkada Serentak 15 Februari menjadi hari libur nasional.

“Walaupun Pilkada DKI tidak terkait dengan situasi di Luwu Utara, tapi Pilkada DKI ini kan sudah masuk dalam barometer nasional. Jadi, ini sudah menjadi isu nasional. Apalagi Pilkada Serentak mendatang ditetapkan sebagai libur nasional,” terang Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Terkait Pilkada DKI, hari ini, 11 Februari ada aksi damai di Jakarta. Hal ini juga jadi perhatian Bupati. Karena biar bagaimana pun aksi tersebut adalah aksi yang eksesnya sampai di daerah. Apalagi kata Indah, Luwu Utara adalah salah satu daerah pergerakan islam yang cukup intens.

“Terkait aksi damai yang akan dilaksanakan pada 11 Februari (hari ini-red) ini patut juga kita sikapi karena tidak menutup kemungkinan ada mobilisasi massa di daerah. Apalagi daerah kita ini salah satu tempat pergerakan Islam yang cukup intens,” tandas Indah.

 

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.