Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram mulai dikeluhkan warga Kota Palopo, terutama sejak libur lebaran Rabu (28/5/2026).
Selain sulit ditemukan di pangkalan maupun pengecer, harga jual di lapangan juga melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk diketahui, HET elpiji subsidi 3 kilogram di tingkat pangkalan adalah sebesar Rp18.500. Disaat stok normal, biasanya warga membeli di tingkat pengecer seharga Rp25ribu.
Pantauan Luwuraya.com di sejumlah titik di Kota Palopo menunjukkan beberapa pangkalan tutup. Sebagian lainnya memasang tulisan “gas habis” di depan tempat usaha.
Kondisi itu membuat warga harus berkeliling lebih lama hanya untuk mendapatkan satu tabung gas subsidi.
Haswadi (40), warga Andi Tadda, mengaku menghabiskan waktu hampir satu jam mencari elpiji 3 kilogram.
Namun setelah menemukan stok, ia harus membeli dengan harga lebih mahal.
“Saya keliling sekitar satu jam baru dapat. Harganya Rp35 ribu. Padahal tadi ada juga yang jual Rp38 ribu sampai Rp40 ribu, tapi saya tidak beli karena uang saya tidak cukup,” ujarnya.
Menurut sejumlah warga, kelangkaan mulai lebih terasa sejak memasuki libur panjang Iduladha.
Mereka menduga distribusi gas subsidi tidak berjalan normal selama hari libur sehingga stok di tingkat pangkalan cepat habis.
Warga meminta pengawasan pemerintah lebih ketat agar gas subsidi tetap tersedia dan dijual sesuai aturan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kota Palopo.

