Sistem pemeringkatan kemiskinan di Sulawesi Selatan menempatkan Luwu Timur anjlok di urutan ke-21 dari total 24 kabupaten dan kota yang ada di Sulawesi Selatan.
Kabar ini justru menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Sebab, dalam pakem pembagian klaster BPS, semakin besar angka urutan peringkat daerah, maka presentasi angka kemiskinannya terbukti semakin rendah.
Sesuai data BPS, persentase penduduk miskin di Luwu Timur di tahun 2025 sukses ditekan hingga menyusut ke angka 5,79 persen.
Selain itu, grafik tersebut memperlihatkan penurunan yang sangat tajam sebesar 0,76 persen jika membandingkannya dengan rapor tahun sebelumnya.
Keberhasilan menembus urutan 21 ini otomatis mengukuhkan posisi Luwu Timur ke dalam zona hijau papan atas.
Dengan demikian, daerah lingkar tambang yang dihuni oleh 316 ribu jiwa ini sah dinobatkan sebagai salah satu wilayah dengann tingkat kemiskinan paling rendah di Sulawesi Selatan.
Luwu Timur Sukses Ukir Rekor Tren Penurunan Konsisten Selama 10 Tahun
Pencapaian gemilang pada penghujung tahun ini sekaligus memperpanjang rekor tren positif Pemkab Lutim dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Oleh karena itu, intervensi program pemberdayaan ekonomi bupati terbukti bekerja efektif memutus urat nadi kemiskinan struktural.
Sepuluh tahun silam, angka kemiskinan makro di daerah ini masih bertengger cukup tinggi pada kisaran angka 7,52 persen.
Kemakmuran bumi Batara Guru kini hanya berada di bawah dominasi tiga wilayah urban utama, yakni Kabupaten Sidrap, Kota Parepare, serta Kota Makassar.

