Hujan Guyur Kota Malili, Air Meluap Genangi Jalan Menuju Pusat Perkantoran

1 Min Read

Hujan deras saat ini terus saja mengguyur kota Malili, kabupaten Luwu Timur, Sabtu (10/09/18) sekitar pukul 21.30 wita malam ini.

Akibatnya, air yang seharusnya melewati parit tidak dapat menampung derasnya air hujan sehingga terjadi luapan air dan menggenangi jalan menuju pusat perkantoran.

Pantauan awak media, jalan menuju pusat perkantoran tersebut terletak dijalan Soekarno Hatta, desa Puncak Indah. Kendaraan yang akan melintas dijalan ini harus memutar arah.

Salah seorang warga desa Puncak Indah, Tommy Setiawan mengaku harus memutar balik motor yang dikendarainya. Menurutnya, air yang tergenang dijalan Soekarno Hatta setinggi lutut orang dewasa.

“Saya tidak jadi lewat dijalan Soekarno Hatta (jalur dua) karena air setinggi lutut orang dewasa,” ungkap Tommy yang juga staf kantor DPRD Luwu Timur.

Selain dirinya, kata Tommy, pengendara lainnya juga tidak dapat memberanikan diri melewati jalan tersebut dan memilih mencari jalan alternatif.

“Banjir disini sering kali terjadi setiap hujan deras mengguyur desa puncak indah. Hanya beberapa jam saja, air meluap dari drainase dan memenuhi jalan,” ungkapnya.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.