LUWURAYA.COM — Curah hujan di Sulawesi Selatan diprediksi masih berada pada kategori rendah hingga akhir Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi Kabupaten Luwu Timur yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan, mulai dari ketersediaan air hingga ancaman kebakaran lahan.
Berdasarkan prediksi curah hujan BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, curah hujan pada Dasarian III Agustus 2026 atau periode 21–31 Agustus diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni 0–20 milimeter (mm).
BMKG juga memprediksi curah hujan di wilayah bagian selatan Sulawesi Selatan lebih rendah dibandingkan wilayah utara.
Kondisi tersebut berlangsung setelah curah hujan pada Dasarian II atau periode 11–20 Agustus 2026 secara umum juga berada pada kategori rendah.
Di Kabupaten Luwu Timur, curah hujan tertinggi yang tercatat pada periode tersebut berada di BPP Mangkutana sebesar 32 mm. Berdasarkan klasifikasi BMKG, angka tersebut masih termasuk kategori curah hujan rendah.
Hari Tanpa Hujan Didominasi Kategori Panjang hingga Ekstrem
Indikasi kondisi kering juga terlihat dari monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian II Agustus 2026.

BMKG menyebut monitoring HTH di Sulawesi Selatan didominasi kategori panjang hingga kekeringan ekstrem. Dalam klasifikasi tersebut, HTH panjang berlangsung selama 21–30 hari, sangat panjang 31–60 hari, sedangkan kekeringan ekstrem terjadi ketika tidak turun hujan selama lebih dari 60 hari.
Infografis BMKG menunjukkan kriteria HTH terbesar mencapai 75 persen, dengan sebaran wilayah yang didominasi kategori panjang, sangat panjang, hingga kekeringan ekstrem.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa periode kering masih perlu diwaspadai. Terlebih, untuk Dasarian III Agustus, curah hujan di Sulawesi Selatan kembali diprediksi berada pada kategori rendah.

Bagi Luwu Timur, kondisi ini berpotensi berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian. Kondisi lahan yang kering juga perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi kekeringan tersebut.
Ia meminta masyarakat menggunakan air secara bijak, menjaga sumber-sumber air, serta mengantisipasi dampaknya terhadap aktivitas pertanian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi kondisi kekeringan ini. Mari kita menggunakan air secara bijak, menjaga sumber-sumber air, dan mengantisipasi dampaknya terhadap aktivitas pertanian,” ujar Irwan.
Selain persoalan ketersediaan air, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.
“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu meningkatkan kewaspadaan bersama. Jangan melakukan pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, dan segera laporkan apabila menemukan kondisi darurat agar dapat ditangani secepat mungkin,” katanya.
Pemkab Sosialisasikan Layanan Darurat 112
Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga terus mengingatkan masyarakat mengenai keberadaan layanan darurat 112.
Nomor tersebut dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera, termasuk apabila terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
Irwan meminta masyarakat tidak menunggu kondisi berkembang menjadi lebih besar sebelum melaporkannya.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi kebakaran lahan atau kondisi darurat lainnya. Selalu ingat layanan 112 Luwu Timur jika warga melihat kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera,” ujar Irwan.
Sosialisasi layanan 112 menjadi bagian penting dalam menghadapi periode kering. Semakin cepat informasi mengenai kejadian darurat diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan.
Masyarakat juga diharapkan berperan dalam mencegah kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta memastikan aktivitas yang menggunakan api tidak meninggalkan sumber api yang dapat menyebar ke lahan kering.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

