Husler : Jangan Korbankan Silaturahmi Gara-Gara Beda Pilihan

2 Min Read

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, mengajak warganya untuk dapat menyukseskan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi, tepatnya pada 17 April 2019 mendatang.

Ajakan tersebut disampaikan Husler di sela-sela melayat salah satu rumah warga di Desa Tawakua, Kecamatan Angkona dan di Pesta pernikahan di Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Minggu (14/04/2019).

Pada kesempatan ini, Husler mengajak seluruh masyarakat Luwu Timur untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyalurkan hak pilihannya sesuai hati nurani dan menghimbau pada masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian saat pesta demokrasi yang sebentar lagi dilaksanakan.

“Kami yakin, semua yang berada disini punya pilihan dan pandangan politik yang berbeda. Tapi saat ini, kita bisa bersatu dalam semangat kebersamaan,” kata Husler.

Husler mengajak seluruh masyarakat bergembira menyambut Pemilu dengan menjadikannya sebagai pesta rakyat.

Menurutnya, Pemilu merupakan pesta rakyat, penjelmaan kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpin Eksekutif (Presiden dan Wakil Presiden) serta Legislatif (DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota).

“17 April nanti, datanglah dengan gembira ke TPS, pilihlah sesuai hati nurani, jangan golput,” pinta Husler.

Dia menekankan agar masyarakat Luwu Timur tidak mudah dipecah belah, tidak gampang tertipu berita hoax, tidak cepat terpengaruh pada ujaran kebencian serta tidak gampang menghadapi intimidasi.

“Jangan mengorbankan silaturahim dan persatuan yang selama ini terjalin gara-gara beda pilihan,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.