Husler Lepas 25 Peserta Umroh Program Wisata Religi Pemkab Luwu Timur

2 Min Read

Sebanyak 25 peserta umroh program wisata religi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi dilepas Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler. Pelepasan peserta umroh oleh Bupati ditandai penyerahan pakaian umroh dan tas travel di Aula Rumah Jabatan Bupati, Kamis (26/09/2019).

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler mengatakan, program wisata religi ini merupakan program KP1 Pemerintah daerah. Menurutnya, program ini sudah melebihi target atau over target. Namun, melihat antusias pemuka agama, program ini akan tetap dilanjutkan tentu dengan melihat kemampuan anggaran.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga meminta kepada seluruh jamaah umroh agar mendoakan daerah ini agar dijauhkan dari segala macam bencana.

“Jaga kesehatan dan kondisi fisik. Gunakan waktu sebaik mungkin untuk beribadah. Kami doakan semoga pemberangkatan dan pemulangan tidak ada halangan. Semoga semuanya selamat kembali ke tanah air,” kata Husler.

“Kami juga mohon doanya agar daerah kita ini dijauhkan dari bencana dan perpecahan mengingat daerah kita ini sangat majemuk,” tandasnya.

Sementara Kabag Kesra, Asmasari mengatakan, dari 25 peserta umroh, ini merupakan hasil seleksi bersama pihak Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur. Peserta umroh ini terdiri dari imam masjid, guru mengaji dan para ustadz perwakilan dari masing-masing Kecamatan.

“Rencananya para peserta program umroh ini akan diberangkatkan tanggal 09 Oktober 2019 mendatang,” katanya. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.