HUT RI ke 70, Warga Kompleks Batara Guru Malili gelar Permainan Tradisional

1 Min Read

Hampir setiap kali momen peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia aneka permainan tradisional kerap menjadi hajatan yang mesti diagendakan.

Lari kelereng, makan kerupuk, lari karung, dan berbagai permainan tradisional lainnya, hingga kini masih tetap eksis menyemarakkan setiap kali peringatan hari bersejarah Republik Indonesia.

Seperti tahun ini, peringatan HUT RI ke 70, di beberapa Desa dan Kelurahan dikota Malili Kabupaten Luwu Timur banyak dijumpai aneka lomba permainan tradisional yang diikuti mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Tak ketinggalan di Kawasan Perumahan Bumi Batara Guru, Desa Ussu Kecamatan Malili salah satunya yang menggelar pesta kemerdekaan RI dengan berbagai lomba permainan tradisional.

Sejak akhir pekan kemarin, seluruh anak-anak komplek perumahan ini sangat antusias mengikuti jalannya perlombaan. Aneka lomba, yang gelar setiap sore hari ini dijadwalkan akan berakhir hingga 16 Agustus 2015.

“Setiap sore hari, panitia menggelar lomba permainan tradisional yang diikuti mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” kata Ketua Kerukunan Warga Bumi Batara Guru, Andi Narwis yang ditemui, Minggu (09/08/15).

Menurutnya, berbagai macam lomba ini sengaja digelar selain untuk menyemarakkan peringatan bersejarah Hari Kemerdekaan, juga dimaksudkan untuk membangun silaturahmi antar warga kompleks dan tentunya menjadi sarana hiburan yang sederhana namun menarik.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.