HUT Sulsel, Hatta Terima Dua Penghargaan

2 Min Read

Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma kembali menerima dua penghargaan pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Selatan ke 345 tahun 2014, salah satu penghargaan tersebut yakni Penghargaan Atas Dukungan dan Komitmen dalam Peningkatan Pembiayaan Program Kesehatan Gratis Tahun 2014.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada Bupati Luwu Timur bersama Walikota Palopo yang juga menerima penghargaan yang sama disela sela perayaan upacara HUT Provinsi Sulawesi Selatan di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Minggu (19/10).

Salah satu pertimbangan diberikannya penghargaan tersebut, karena kebijakan Bupati Luwu Timur mengalokasikan anggaran program kesehatan gratis, baik dari sisi penyediaan tenaga medis dan para medis, penganggaran dan penyiapan sarana prasara kesehatan, maupun pendekatan pelayan kesehatan kepada masyarakat, program ini sudah berjalan sejak 2005 dan masih berjalan hingga saat ini.

Tahun 2014 ini, Bupati Luwu Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp24 Milliar lebih, pengalokasian anggaran tersebut dinilai Pemerintah Sulawesi Selatan berpihak kepada orang yang kurang mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui program kesehatan gratis.

Selain penghargaan dibidang kesehatan, Bupati Luwu Timur juga menerima penghargaan dibidang pertanian bersama 9 Bupati dan 2 Walikota di Sulawesi Selatan. Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menerima penghargaan ketahanan pangan ini tidak terlepas dari keberhasilan Luwu Timur dalam meningkatkan produksi beras di atas 5 persen. Upaya-upaya itu dilakukan pada Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).

Pada perayaan HUT Sulawesi Selatan, selain memberikan penghargaan kepada Bupati Luwu Timur, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga memberikan penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2014 kepada Irmawati,A.Md.Keb dari Puskesmas Malili.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.