Dinas Pertanian Gelar Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit

Thalita
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWU TIMUR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan PT. Citra Widya Education (CWE) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen dalam rangka Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2023 di Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Hotel I Lagaligo Malili, Senin (10/07/2023).

Pelatihan yang dibuka langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman ini akan berlangsung selama 5 hari, dengan menghadirkan 3 narasumber yakni Kepala Program Studi Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit Politeknik CWE, Toto Suryanto, S.P, M.Si, Mantan Direktur Area PT. Agro Nusa, Ir. Boedi Oetomo, dan Mantan Manager PT. Manakarra Unggul Unggul Lestari, Ir. Tonapa, MP.

Tampak hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Amrullah Rasyid beserta jajarannya, Direktur Utama PT. CWE, Ir. Stefanus Nugroho Kristono, Ketua Apkasindo, Koordinator BPP Sentra Sawit, dan para Anggota Kelompok Sawit.

Bupati Luwu Timur mengungkapkan, dalam kondisi ekonomi dunia yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, industri sawit menjadi satu dari sedikit industri nasional yang masih memperlihatkan kinerja ekspor yang baik.

“Industri Sawit Indonesia di masa mendatang diproyeksikan akan terus berkembang. Pada tahun 2030 produksi CPO Indonesia diperkirakan mencapai 60 jt ton,” imbuhnya.

Lanjut Bupati, penyerapan tenaga kerja yang langsung pada perkebunan kelapa sawit mencapai sekitar 5.67 jt dan jika diperhitungkan tenaga kerja secara tidak langsung bisa mencapai hingga 11 jt KK a/ setara lebih dari 44 jt jiwa.

“Produktivitas petani sawit Indonesia rendah, hanya berkisar 2-3 Ton/Ha/Tahun (tanaman tua dan kebun yang menggunakan bibit illegitim), jauh di bawah perkebunan swasta yang berkisar 5-6 ton/Ha/tahun,” ungkapnya.

Kondisi ini, kata orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini, berakibat pada kurangnya pendapatan petani, dan menyebabkan rendahnya tingkat kesejahteraan petani tersebut.

“Rendahnya produktivitas perkebunan rakyat disebabkan pekebun kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan manajerial perkebunan,” bebernya.

“Peningkatan produktivitas untuk menghasilkan target produksi CPO Indonesia memerlukan peran sumber daya manusia. Tenaga Kerja terampil atau sumber daya manusia (SDM) di perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat dibutuhkan, sejalan dgn target produksi CPO Indonesia,” tandas Bupati Budiman. (*)

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser