Imbas Medsos Dibatasi, Pedagang Online Merugi Puluhan Juta

1 Min Read

PALOPO– Imbas dari pembatasan media Sosial oleh Pemerintah, sejumlah pelaku usaha berbasis online, mengaku merugi, hingga puluhan juta rupiah.

Seperti yang dialami Riska Baranti, warga Jl Merdeka, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Sudah hampir sepekan barang dagangannya tidak laku terjual. Sebabnya, transaksi jual-beli yang biasa dilakukan melalui media sosial facebook dan whatsapp, sudah tidak bisa dilakukan.

“Pelangganku dari berbagai daerah di Indonesia, pasca pembatasan medsos, kami kesulitan untuk bertransaksi melalui facebook dan whatsapp,” kata Riska Baranti, Sabtu 25 Mei.

Akibat tidak dapat berjualan via online, Riska mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah. Padahal sebelum adanya pembatasan media sosial, Riska meraup untung hingga puluhan juta dalam waktu tiga hari berjualan.

“Kami berhaarap, pembatasan Medsos ini segera diakhiri, kasihan kami yang mencari nafkah dari jualan online,” katanya.

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.