Demo Siswa SMK Gafur Yahya Diwarnai Insiden Pelemparan Batu

2 Min Read

Ratusan siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gafur Yahya Kota Palopo melakukan aksi demonstrasi menolak pergantian kepala sekolah yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh pihak Yayasan Gafur Yahya. Dalam aksi tersebut, siswa bahkan melakukan aksi lempar batu ke gedung sekolah karena merasa tidak ditanggapi oleh pihak Yayasan.

Pantauan luwuraya.com, sejumlah kaca jendela sekolah pecah akibat aksi ini. Bahkan, siswa juga merusak meja dan kursi yang biasa digunakan untuk belajar. Kekesalan siswa ini dilator belakangi oleh pemecatan kepala sekolah yang lama yakni Marjuni, oleh Yahya yang ditunjuk oleh pihak Yayasan.

Namun, siswa tidak puas dengan kepemimpinan kepala sekolah yang baru ini, karena menganggap telah melakukan pungutan liar terhadap siswa yang memberatkan siswa. Pungutan liar itu yakni  pembayaran baju almamater serta baju olah raga sejak pertama kali diterima sebagai siswa baru, namun hingga kini barang yang telah dibayarkan itu tidak diterima oleh siswa.

“Kami tidak terima dididik oleh kepala sekolah yang korupsi,” ujar salah seorang siswa yang melakukan aksi unjuk rasa.

Beruntung, kericuhan tersebut tidak berlangsung lama, karena petugas dari Mapolres Palopo segera tiba di lokasi untuk menghalau siswa yang mulai anarkistis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak Yayasan maupun Kepala Sekolah SMK gafur Yahya terkait insiden ini.

Asdhar

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.