Indonesia Bersiap Hadapi Dampak AI di Dunia Kerja

Asdhar
3 Min Read
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri (Sumber: Biro Humas Kemnaker)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah wajah dunia kerja global. Pemerintah kini bersiap menghadapi AI dengan memperkuat strategi ketenagakerjaan agar tenaga kerja nasional tidak tertinggal dalam persaingan industri masa depan.

Persiapan itu menjadi salah satu fokus menjelang keikutsertaan Indonesia pada International Labour Conference (ILC) ke-114 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 1–12 Juni 2026.

Forum ketenagakerjaan internasional tersebut mengangkat tema besar tentang pemanfaatan AI untuk menciptakan pekerjaan yang layak di tengah percepatan transformasi digital.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, mengatakan perubahan dunia kerja akibat digitalisasi dan AI menuntut kesiapan lebih besar dari setiap negara.

Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat posisi agar mampu menjaga daya saing tenaga kerja nasional di tengah perubahan industri global.

“Keterlibatan aktif Indonesia dalam proses pembentukan standar global akan menentukan kesiapan bangsa dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja dan perekonomian nasional di masa depan,” ujar Putri.

Pemerintah menilai transformasi teknologi tidak hanya mengubah pola kerja, tetapi juga menciptakan tantangan baru bagi tenaga kerja, industri, dan regulasi ketenagakerjaan.

AI dan Transformasi Dunia Kerja Jadi Sorotan

Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan saat ini tengah menyiapkan delegasi tripartit yang terdiri dari unsur pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha untuk menghadiri forum tersebut.

“Delegasi Indonesia akan dipimpin langsung Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli,” ujar Putri.

Dia menjelaskan, pemerintah melihat forum internasional itu sebagai ruang strategis untuk menyatukan kepentingan nasional sekaligus mempelajari perubahan tren ketenagakerjaan global.

“Kehadiran delegasi Indonesia bukan sekadar memenuhi agenda internasional. Namun, juga menjadi ruang diplomasi untuk memengaruhi arah kebijakan ketenagakerjaan global,” ungkapnya.

Selain membahas AI, konferensi juga akan mengangkat isu platform economy, kesetaraan gender, dialog sosial, dan hubungan industrial.

Indonesia Tak Masuk Daftar Evaluasi Pelanggaran

Selain isu AI, pemerintah juga menyoroti posisi Indonesia dalam evaluasi ketenagakerjaan internasional.

Pada agenda Committee on the Application of Standards (CAN), Indonesia tidak masuk daftar negara yang dievaluasi terkait dugaan pelanggaran standar ketenagakerjaan internasional.

Pemerintah menilai kondisi tersebut menunjukkan kepatuhan Indonesia terhadap berbagai konvensi ketenagakerjaan internasional berjalan cukup baik.

Karena itu, pemerintah berharap partisipasi aktif Indonesia dapat memperkuat posisi tenaga kerja nasional menghadapi perubahan industri yang semakin cepat.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser