Ini Cara BNK Lutim Berantas Narkoba

2 Min Read

Banyak cara yang telah dilakukan oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) untuk melakukan pemberantasan peredaran barang haram di kabupaten Luwu Timur.

Setelah melakukan aksi tes urine kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintahan Luwu Timur. Kali ini, BNK kembali melakukan sosialisasi penyalahgunaan Narkoba yang berlangsung di YPS Soroako, kecamatan Nuha.

Sosialisasi dalam bentuk pertandingan investasi bola basket stop Narkoba digelar selama 6 hari sejak tanggal 13 hingga 19 Februari 2017 mendatang dengan menghadirkan peserta se Sulawesi Selatan.

Ketua BNK Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan, kegiatan bola basket ini digelar sekaligus mencegah peredaran Narkoba di Luwu Timur secara khusus dan Sulawesi Selatan secara umum.

Pihak BNK, kata Irwan, sengaja melibatkan pelajat setingkat SMA dengan alasan bahwa, pelajar tersebut sangat mudah dipengaruhi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mari selamat generasi kita dari barang haram Narkoba akibat ulah para oknum. Generasi muda adalah penerus bangsa ini,” ungkap Irwan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Luwu Timur.

Ia menambahkan, pertandingan investasi bola basket stop narkoba tersebut dilaksanakan oleh pelajar SMA YPS Soroako di kecamatan Nuha dengan didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan BNK Luwu Timur.

“Pertandingan ini memperebutkan piala bergilir Bupati dan BNK Luwu Timur. Pesertanya berasal dari Makassar, Pare – Pare, Palopo, Luwu Utara dan lokal Luwu Timur,” ungkap Irwan.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.