Kebakaran Lahan Capai 14 Kasus di Luwu Timur, Towuti Terbanyak

Asdhar
3 Min Read
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur menangani tiga kejadian kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Towuti, Selasa (18/8/2026). (Sumber: IG/@disdamkar_luwutimur)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Kebakaran lahan masih menjadi ancaman di Kabupaten Luwu Timur. Hingga 18 Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mencatat 14 kejadian kebakaran lahan di dua kecamatan.

Kecamatan Towuti mencatat kejadian terbanyak dengan delapan kasus. Sementara itu, Kecamatan Malili menyusul dengan enam kejadian.

Data tersebut dihimpun sejak awal Agustus hingga 18 Agustus 2026. Dalam rentang waktu itu, petugas Damkar harus beberapa kali turun menangani kebakaran lahan yang tersebar di kedua wilayah tersebut.

Tiga Kebakaran Lahan Terjadi dalam Sehari

Pada Selasa (18/8/2026) kemarin, 3 kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Towuti. Kebakaran pertama di Desa Matompi dilaporkan kepada petugas pada pukul 12.51 WITA. Regu 01 Posko Towuti berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 12.55 WITA.

Petugas bersama Kepala UPTD Damkar Towuti, kepolisian, dan masyarakat menangani api hingga operasi selesai pada pukul 13.43 WITA.

Tak lama kemudian, laporan kembali masuk dari Desa Baruga pada pukul 13.45 WITA. Petugas berangkat dua menit setelah laporan dan tiba di lokasi pada pukul 13.56 WITA.

Penanganan kebakaran di lokasi tersebut berlangsung lebih lama. Operasi baru selesai pada pukul 18.15 WITA setelah Damkar mengerahkan Regu 01 Posko Towuti, Wasuponda, dan Nuha.

Kebakaran kembali terjadi di Desa Matompi pada malam hari. Laporan masuk pada pukul 20.55 WITA dan petugas tiba empat menit kemudian.

Regu 01 Posko Towuti bersama Ibu Kanit Towuti, personel Polri, kepala desa, dan masyarakat menangani kebakaran hingga operasi berakhir pada pukul 21.44 WITA.

Dengan tambahan tiga kejadian pada 18 Agustus, jumlah kebakaran lahan yang tercatat sejak awal bulan mencapai 14 kasus.

Dari jumlah tersebut, Towuti menyumbang delapan kejadian atau lebih dari separuh total kasus. Malili mencatat enam kejadian lainnya.

Warga Diminta Tidak Membakar Lahan

Frekuensi kebakaran tersebut menjadi perhatian karena kondisi lahan dan vegetasi yang kering dapat membuat api lebih cepat menyebar. Api yang tidak segera terkendali juga berisiko menjangkau perkebunan maupun permukiman warga.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Luwu Timur mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kebakaran ketika melihat api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

Untuk kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan 112 atau Pos Damkar terdekat. Laporan yang masuk lebih cepat memberi petugas kesempatan untuk menangani api sebelum meluas.

Bagi masyarakat di wilayah yang banyak memiliki lahan kering, kewaspadaan menjadi semakin penting. Mencegah api sejak awal jauh lebih aman daripada menunggu kebakaran meluas dan mengancam lahan maupun permukiman.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser