Kecamatan Nuha Pertahankan Juara Umum di Pesparawi IV Luwu Timur

2 Min Read

Kecamatan Nuha berhasil menjadi juara umum pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke-4 Kabupaten Luwu Timur, yang dilaksanakan pada 27-28 September 2019 di Kecamatan Burau.

Atas pencapaian ini, Kecamatan Nuha berhasil mempertahankan juara umum setelah dua tahun sebelumnya juga menjadi juara umum pada Pesparawi III di Kecamatan Malili.

Pesparawi IV Kabupaten Luwu Timur, berakhir dan ditutup Camat Burau, Muhammad Syukri, mewakili Bupati Luwu Timur, Sabtu (28/09/2019) malam.

Dalam sambutannya, Camat Burau mengungkapkan bahwa, kehadiran para peserta Pesparawi dari 11 Kecamatan se Luwu Timur dapat memberikan nuansa persaudaraan dan keyakinan bahwa nyanyian dan musik merupakan bahasa global, bahasa universal yang dapat menjembatani setiap perbedaan.

Camat Burau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sumbangsih dan dukungan seluruh komponen terkait sehingga pelaksanaan PESPRAWI IV Tingkat Kabupaten Luwu Timur dapat berlangsung dengan sukses, aman dan damai.

“Kepada masyarakat Kecamatan Burau, saya ucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerjasamanya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan Pesparawi ini, termasuk panitia pelaksana yang telah bekerja keras demi menyukseskan acara ini,” kata Syukri.

Kepada peeserta yang berhasil membawa pulang piala pada setiap lomba, Camat Burau juga mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih.

“Jadikan pengalaman ini untuk mempersiapkan diri mengikuti perlombaan tingkat Provinsi dan Nasional. Dan kepada yang belum meraih prestasi, jangan berputus asa, karena kegagalan bukan akhir dari perjalanan, akan selalu ada kesempatan dan harapan selama kita masih terus mencoba dan berusaha,” pesan Syukri.

Sementara ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Luwu Timur, dr. Anna Toding mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja tanpa mengenal lelah, mempersiapkan acara Pesparawi sehingga bisa sukses dengan baik.

“Kalian semua luar biasa anak muda harapan gereja. Saya sangat bangga dan salut atas pelayanannya. Saya doakan kalian semua semakin diberkati Tuhan,” tutup Anna Toding.

Turut hadir pada acara penutupan, anggota DPRD Luwu Timur, Leonar Bongga, Ketua LPPD Lutim, dr. Anna Toding, para pendeta dan pelayan Tuhan se Luwu Timur serta para Dewan yuri. (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.