Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memperkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia Azerbaijan guna mendongkrak keterampilan vokasi generasi muda saat ini.
Langkah taktis tersebut resmi ia sampaikan saat menghadiri perayaan HUT Azerbaijan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah mengambil tindakan ini karena dinamika ekonomi global menuntut percepatan peningkatan kualitas SDM secara masif.
Yassierli menjelaskan bahwa implementasi nota kesepahaman ini berjalan lewat penguatan sistem jaminan sosial dan pelatihan.
“Hubungan persahabatan ini harus diperkuat melalui kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujarnya.
Sektor strategis ini menjadi fokus utama sebab kebutuhan industri dunia saat ini berubah dengan sangat cepat.
Melalui kemitraan erat tersebut, kedua negara akan membuka peluang perluasan kesempatan kerja bagi para talenta muda.
Masyarakat internasional menilai positif kolaborasi ini karena mampu memicu pertukaran keahlian antarlembaga secara berkala dan terukur.
Selain hubungan bilateral, Menaker juga menyoroti pentingnya posisi tawar kedua negara pada berbagai forum ekonomi internasional.
Indonesia sendiri berkomitmen memperkuat ekonomi inklusif melalui forum Developing Eight yang dipimpin oleh pemerintah tahun ini.
Kemitraan internasional ini menjadi momentum berharga sebab hubungan diplomatik kedua pihak telah terjalin sejak tahun 1992.
Yassierli berharap kolaborasi ini melahirkan tenaga kerja lokal unggul yang siap bersaing di pasar global.

