Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi, dan otomatisasi mengubah kebutuhan dunia kerja dengan sangat cepat. Kondisi tersebut membuat peningkatan kompetensi menjadi syarat penting agar tenaga kerja Indonesia tetap mampu bersaing dan tidak tertinggal dari perubahan industri.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan transformasi dunia kerja juga dipengaruhi perubahan demografi serta transisi menuju ekonomi hijau (green economy). Perubahan itu tidak hanya melahirkan jenis pekerjaan baru, tetapi juga mengubah kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kebijakan ketenagakerjaan mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kebijakan pasar kerja aktif memegang peranan yang sangat vital. Kebijakan ini harus mampu menjadi jembatan untuk menyelaraskan ketidaksesuaian antara suplai tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang bergerak dinamis,” kata Afriansyah saat membuka kegiatan ASEAN Leader: Dream, Lead, Inspire di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Kemnaker Perkuat Reskilling dan Upskilling
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan lima langkah prioritas yang akan terus diperkuat. Langkah pertama ialah memperluas program reskilling dan upskilling agar kompetensi tenaga kerja selalu selaras dengan kebutuhan industri.
Selain itu, Kemnaker juga mendorong terciptanya pasar kerja yang lebih inklusif, memperkuat dialog sosial dan kolaborasi multipihak, memodernisasi layanan ketenagakerjaan melalui digitalisasi informasi pasar kerja dan bimbingan karier, serta memperkuat berbagai program yang mendukung pencari kerja maupun kewirausahaan.
Afriansyah menjelaskan berbagai langkah tersebut bertujuan memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan teknologi sehingga mampu memanfaatkan peluang kerja baru yang muncul akibat transformasi dunia kerja.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kemnaker juga memperluas kerja sama di tingkat bilateral, regional, dan multilateral guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Sebagai focal point ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM), Indonesia turut mengoordinasikan berbagai kerja sama ketenagakerjaan di kawasan ASEAN, termasuk mendorong lahirnya sejumlah dokumen strategis mengenai peningkatan daya saing dan kesiapan pekerja menghadapi masa depan dunia kerja.
Afriansyah menegaskan, perubahan dunia kerja tidak cukup dijawab dengan regulasi semata. Menurutnya, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki kepedulian terhadap pengembangan sumber daya manusia.
“Regulasi di atas kertas tidak akan pernah cukup tanpa hadirnya kepemimpinan yang transformatif. Masa depan dunia kerja menuntut para pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki empati, ketangkasan, dan visi yang mampu menginspirasi perubahan di dalam organisasinya,” ujarnya.
Perubahan dunia kerja akibat AI diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, peningkatan keterampilan dan kemampuan belajar menjadi bekal penting bagi tenaga kerja agar tetap memiliki daya saing di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

