LUWU TIMUR – Anggota DPRD Lutim, Kyai Haji Suardi Ismail, S.Fil, mengatakan, kunker merupakan suatu kegiatan rutin dilakukan DPRD melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah berjalan pada tahun 2023.
“Jadi saya minta kepada kades dan masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap setiap pembangunan yang telah diberikan pemerintah maupun DPRD karena itu merupakan hak masyarakat dalam mengeluarkan pajak,” tegas Suardi saat Kunjungan kerja di Kecamatan Angkona, Rabu (03/07/2024).
“Jadi kalau kita nanti berikan program dan lantas tidak fungsional, yang rugi bukan anggota DPRD dan Bupati tapi yang rugi adalah bapak sendiri (masyarakat dan kades),” tuturnya.
Dikatakan Kyai Suardi, setiap tahun di tiga bulan terakhir, itu dilakukan perhitungan anggaran sebagai pertanggung jawaban APBD tahun sebelumnya.
“Dan pentingnya ada komunikasi yang baik antara masyarakat dan wakilnya, karena DPRD merupakan pesuruh masyarakat dan wajar kalau masyarakat itu sering marah,” tambahnya.
”Kami ini DPRD pesuruhnya bapak, bapak bisa marah – marah ke kami ini,” tegas KH. Suardi Ismail.
Kunker yang berlangsung di gedung serba guna Kecamatan Angkona ini turut dihadiri Camat Angkona, para Kades beserta aparat, BPD, OPD, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. (*)





