Siswa UPT SMP Negeri 2 Malili, Kabupaten Luwu Timur, Nur Aqila, mulai menapaki ajang nasional setelah mengikuti seleksi Bintang Sobat SMP 2026, program yang diikuti ribuan pelajar dari seluruh Indonesia.
Siswi kelas VII itu menjadi salah satu perwakilan daerah yang berani tampil di tengah persaingan ketat tingkat nasional.
Hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 3.695 peserta dari 38 provinsi telah mendaftar pada tahap awal seleksi.
Nur Aqila mengaku keikutsertaannya dalam ajang tersebut bukan sekadar mencoba peruntungan, melainkan bagian dari upaya mengembangkan potensi diri.
“Saya mengikuti seleksi ini karena ingin mengembangkan potensi diri, menambah pengalaman, serta menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berprestasi dan berkarya,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menyampaikan rasa bangga bisa menjadi bagian dari seleksi tersebut. Menurutnya, ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga ruang untuk belajar dan tumbuh bersama.
“Saya bangga bisa ikut serta. Mari tumbuh bersama dan membawa perubahan positif untuk teman-teman semua,” tambahnya.
Sementara itu, dukungan penuh datang dari pihak sekolah. Kepala UPT SMP Negeri 2 Malili, Darmawati, mengapresiasi semangat dan keberanian siswanya mengikuti seleksi tingkat nasional tersebut.
Ia berharap keikutsertaan Nur Aqila tidak hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga mampu membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Luwu Timur.
Program Bintang Sobat SMP 2026 sendiri merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan apresiasi kepada siswa SMP yang aktif, inspiratif, dan berkontribusi positif di lingkungan sekitarnya.
Tahapan Seleksi dan Persaingan Ketat
Seleksi tahap awal berupa pengunggahan video dijadwalkan berakhir pada 7 Mei 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti proses kurasi pada pekan keempat Mei sebelum melaju ke babak final yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang.
Dengan jumlah peserta mencapai ribuan dari seluruh Indonesia, persaingan dipastikan berlangsung ketat. Namun, keikutsertaan Nur Aqila menjadi bukti bahwa pelajar dari Luwu Timur memiliki potensi dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat nasional.





