Bencana angin puting beliung dan banjir yang melanda Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memaksa sejumlah warga menghadapi kerusakan rumah dan lumpur yang menggenangi permukiman.
Di tengah kondisi tersebut, PT Vale Indonesia melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik sekaligus menurunkan tim tanggap darurat ke lokasi terdampak.
Perusahaan menyalurkan bantuan kepada enam kepala keluarga korban angin puting beliung di Desa Huko-Huko pada Minggu (3/5).
Setiap keluarga menerima paket sembako senilai Rp1,6 juta, yang terdiri dari beras 50 kilogram, telur, minyak goreng, serta perlengkapan sandang seperti sarung.
Tak hanya bantuan konsumsi, PT Vale juga tengah memproses pengadaan material bangunan senilai Rp5 juta untuk masing-masing rumah yang mengalami kerusakan. Bantuan ini dinilai krusial, mengingat sebagian rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap hingga struktur bangunan akibat terjangan angin kencang.
Warga Butuh Pemulihan Cepat Pascabencana
Kepala Desa Huko-Huko, Sahabuddin, mengatakan bantuan tersebut datang di saat warga masih berupaya memulihkan kondisi pascabencana. Ia menyebut kehadiran perusahaan membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari PT Vale. Kehadiran mereka sangat berarti bagi warga kami yang sedang mengalami musibah,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Di lapangan, warga masih terlihat membersihkan sisa-sisa kerusakan, mulai dari material bangunan yang berserakan hingga lumpur yang terbawa banjir. Kondisi ini memperlambat aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada aktivitas harian.
Selain puting beliung, banjir juga sempat merendam Desa Pesouha pada Senin (4/5) malam. Air yang membawa lumpur pekat menggenangi rumah dan fasilitas umum, memaksa warga melakukan pembersihan secara gotong royong.
Tim Darurat Turun Bersihkan Lumpur
Merespons kondisi tersebut, tim Emergency Response PT Vale turut diterjunkan. Perusahaan bahkan menurunkan armada mobil pemadam kebakaran untuk membantu membersihkan lumpur di area permukiman dan fasilitas umum.
Senior Coordinator Stakeholder Relation Pomalaa PT Vale Indonesia, Adam Chlaid, menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami berkomitmen untuk selalu responsif terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Kehadiran kami tidak hanya melalui program pengembangan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan dukungan cepat saat terjadi bencana,” ujarnya.
Menurut Adam, keterlibatan perusahaan dalam situasi darurat menjadi bagian dari tanggung jawab sosial, sekaligus upaya memastikan masyarakat dapat segera pulih dari dampak bencana.
Di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, peristiwa di Pomalaa menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan, baik dari pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat dalam menghadapi risiko bencana yang datang tiba-tiba.




