Menilik Kejayaan Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Asdhar
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Sumber Video: Dinas Kominfo SP Luwu Timur (https://www.facebook.com/reel/2013592889532893)

Meski dikenal sebagai daerah tambang, Kabupaten Luwu Timur nyatanya menyimpan kekayaan lain yang tak kalah berkilau, lada atau merica.

Keistimewaan lada dari wilayah ini tidak hanya terletak pada kuantitas produksinya, tetapi juga kualitasnya yang unggul. Varietas lokal andalan, yakni Lada Malonan 1, telah mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis pada tahun 2020 dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Sertifikat ini menjadi bukti pengakuan resmi terhadap keaslian, kualitas, serta kekayaan hayati khas Luwu Timur yang tidak dimiliki daerah lain.

Lada Luwu Timur memiliki ciri khas yang kuat, terutama pada kandungan piperin yang tinggi. Hal ini menghasilkan rasa pedas yang lebih tajam, aroma yang khas, serta karakter yang kuat. Tak heran jika komoditas ini mampu menembus pasar internasional dan menjadi salah satu produk unggulan yang diminati dunia.

Sejarah panjang budidaya lada di Luwu Timur telah dimulai sejak masa Kedatuan Luwu sekitar tahun 1930. Hingga kini, tradisi tersebut terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. Bahkan, varietas Malonan 1 yang berasal dari Luwu Timur kini juga telah banyak dikembangkan di berbagai daerah lain, termasuk di Kalimantan.

Sentra produksi lada di Luwu Timur tersebar di beberapa kecamatan utama, di antaranya Towuti, Nuha, Wasuponda, dan Malili. Dari wilayah-wilayah inilah, lada berkualitas tinggi diproduksi dan didistribusikan ke berbagai pasar, baik nasional maupun internasional.

Keberhasilan sektor ini tidak lepas dari kerja keras para petani lokal yang terus berinovasi dan menjaga kualitas produksi. Bahkan, beberapa petani lada dari Luwu Timur telah mendapatkan pengakuan hingga tingkat internasional atas produktivitas dan kemampuan mereka dalam meningkatkan hasil panen.

Lada bukan sekadar komoditas, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan penggerak ekonomi masyarakat Luwu Timur. Sebagai “emas hitam” dari Timur, lada Luwu Timur tidak hanya membawa nilai ekonomi, tetapi juga mengangkat nama daerah di kancah global.

Inilah cerita tentang kejayaan lada dari tanah Luwu Timur—sebuah warisan alam yang terus tumbuh, berkembang, dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser