Mahalona Raya Disiapkan Jadi Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru Di Lutim

Asdhar
2 Min Read

LUTIM – Kawasan Mahalona Raya, Kecamatan Towuti akan dipersiapkan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Luwu Timur, mengingat posisinya yang strategis berada di segi tiga emas, yang dilalui warga di wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

“Kalau pusat perbelanjaan sudah kita bangun diwilayah ini. Masyarakat dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah akan belanja diwilayah ini. Kedepan akan seperti wilayah Tomoni nantinya,” terang Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler pada peringatan empat tahun Mahalona Raya, yang dipusatkan di Desa Buangin, Sabtu (16/11/2019).

Menurut Husler, kawasan Mahalona Raya masuk dalam Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) sehingga tentu akan mendapat kucuran dana untuk pembangunan infrastruktur dari Pemerintah pusat.

“Selain itu, dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp. 83 miliar juga akan diberikan. Sekitar Rp. 6 Miliar untuk lanjutkan pembangunan poros Pekaloa-Mahalona dan sisanya untuk pembangunan poros Mahalona-Bantilang sejauh 47 km, termasuk pula jaringan listriknya yang akan mulai beroperasi dalam waktu dekat,” tambahnya.

Terkait pembangunan jembatan di SP4 yang kondisinya sudah tidak layak, Bupati menegaskan segera akan dibangun tahun ini agar aktivitas masyarakat kembali lancar.

“Meski tidak masuk dalam program APBD, tapi secara pribadi akan saya bangun jembatan itu untuk membantu masyarakat,” imbuhnya.

Peringatan empat tahun Mahalona raya ini dihadiri ribuan masyarakat. Turut hadir mendampingi Bupati, wakil ketua DPRD, Usman Sadik, Anggota DPRD, Suprianto dan Arifin, para Kepala OPD, Camat Towuti, Alimuddin Nasir, Kapolsek Towuti, AKP. Martinus Wemben, Managemen PT. Vale Indonesia, dan para Kepala Desa se Mahalona Raya masing-masing Desa Buangin, Desa Tole, Desa Kalosi, Desa Libukang Mandiri, Desa Mahalona.

Pada kesempatan ini dilakukan penyerahan bantuan tiga unit combine program PKPM PT. Vale Indonesia yang diserahkan langsung kepada Bumdes. Selain bantuan PKPM, Bupati juga menambahkan satu unit combine Satu dari Pemda Luwu Timur. 

Acara ini juga dimeriahkan atraksi seni dan budaya serta pemberian door prize untuk masyarakat. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.