Mengenal UCMAS, Program Pengembangan Otak yang Mulai Diminati di Luwu Timur

Asdhar
4 Min Read
UCMAS Luwu Timur mulai diminati masyarakat. Kenali metode sempoa yang membantu mengembangkan otak kiri dan kanan serta mengantarkan 84 siswa ke Olimpiade Nasional. (Sumber: IG/@umc.ucmas_luwutimur)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Bagi sebagian orang tua, sempoa mungkin hanya dikenal sebagai alat bantu berhitung. Namun, di balik deretan manik-manik itu, tersimpan metode pembelajaran yang bertujuan melatih konsentrasi, daya ingat, kreativitas, hingga keseimbangan fungsi otak anak. Metode tersebut dikenal dengan nama UCMAS atau Universal Concept of Mental Arithmetic System.

Dalam beberapa bulan terakhir, nama UCMAS mulai akrab di telinga masyarakat Luwu Timur. Program yang baru berkembang sekitar enam bulan itu bahkan sudah menarik puluhan anak untuk bergabung. Menariknya lagi, sebanyak 84 siswa berhasil lolos mewakili Luwu Timur pada Olimpiade Aritmatika Nasional 2026 di Makassar.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap metode pembelajaran alternatif terus meningkat, terutama yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir anak sejak usia dini.

Apa Itu UCMAS?

UCMAS merupakan metode pembelajaran berbasis sempoa yang menggabungkan aktivitas berhitung dengan latihan visualisasi mental. Pada tahap awal, anak belajar menggunakan sempoa. Setelah terbiasa, mereka berlatih menghitung tanpa alat bantu dengan membayangkan posisi manik-manik di dalam pikiran.

Metode tersebut tidak hanya melatih kemampuan berhitung cepat. UCMAS juga bertujuan meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kemampuan analisis, kreativitas, hingga rasa percaya diri anak.

Owner UCMAS Luwu Timur, Linus Bua’, menjelaskan bahwa pembelajaran UCMAS menggunakan dua tangan dan sepuluh jari secara bersamaan. Cara itu membantu menstimulasi perkembangan fungsi otak kiri dan otak kanan secara lebih seimbang.

“UCMAS adalah metode sempoa yang menggunakan dua tangan dan sepuluh jari. Fokusnya untuk menstimulasi perkembangan otak anak sehingga fungsi otak kiri dan kanan dapat berkembang secara seimbang,” jelas Linus.

Menurutnya, keseimbangan fungsi otak tersebut membantu anak lebih mudah fokus ketika belajar, memiliki memori yang lebih baik, sekaligus mendorong berkembangnya kreativitas.

Baru Enam Bulan, Sudah Tembus Olimpiade Nasional

Perjalanan UCMAS di Luwu Timur memang masih tergolong baru. Program tersebut mulai berkembang sekitar enam bulan lalu dan saat ini menjangkau empat kecamatan, yakni Malili, Wasuponda, Towuti, dan Nuha.

Meski demikian, perkembangan itu berlangsung cukup cepat. Sebanyak 84 siswa kini bersiap mengikuti Kompetisi Nasional UCMAS 2026 atau Olimpiade Sempoa dan Aritmatika Mental yang berlangsung di Makassar pada 28 Juni 2026.

BACA JUGA:

Ajang tersebut akan mempertemukan ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia untuk menguji kemampuan berhitung cepat melalui metode aritmatika mental.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bahkan melepas langsung kontingen tersebut saat Apel Pagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Irwan mengaku telah melihat manfaat program itu secara langsung karena keempat anaknya juga mengikuti pembelajaran UCMAS.

“Program sempoa ini sangat baik. Keempat anak saya sendiri juga mengikutinya dan hasilnya sangat luar biasa. Kemampuan berhitung mereka sudah terasah dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap keikutsertaan puluhan siswa tersebut menjadi awal berkembangnya pendidikan aritmatika mental di Luwu Timur.

Mengapa Mulai Banyak Orang Tua Tertarik?

Perkembangan UCMAS di Luwu Timur tidak lepas dari meningkatnya perhatian orang tua terhadap pendidikan yang mampu mengasah kemampuan berpikir anak sejak dini.

Selain kemampuan berhitung, banyak orang tua mulai mencari metode belajar yang membantu anak lebih fokus, mudah berkonsentrasi, serta memiliki daya ingat yang lebih baik. UCMAS menawarkan pendekatan tersebut melalui latihan sempoa dan aritmatika mental yang dilakukan secara bertahap.

Saat ini, program UCMAS telah berkembang di 92 negara. Kehadirannya di Luwu Timur juga mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Melalui akun media sosial resminya, UCMAS Luwu Timur menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang mendukung pengembangan program tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mencerdaskan generasi muda.

Bagi Luwu Timur, kehadiran UCMAS tidak hanya membuka pilihan baru dalam dunia pendidikan nonformal. Lebih dari itu, muncul harapan agar semakin banyak anak daerah memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan berpikir, meningkatkan rasa percaya diri, dan berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser