Meriahkan HUT RI Ke-74, Husler Lepas Peserta Lomba Dayung Perahu Naga

2 Min Read

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler melepas peserta lomba dayung perahu naga dengan tabuhan gendang dan kibaran bendera start pada Kamis (15/08/2019), yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74.

Lomba dayung perahu naga ini berlangsung di Sungai Malili, dengan titik start dari pelabuhan Syahbandar Malili dan finish di Jembatan Sungai Malili menghubungkan Kota Malili dengan Desa Wewangriu. Lomba dayung perahu naga menurunkan 2 perahu dalam setiap satu kali lomba, dimana setiap regu beranggotakan 18 orang, masing-masing seorang penabuh gendang, 16 pendayung dan 1 orang juru mudi.

Dalam sambutannya sesaat sebelum melepas peserta lomba perahu naga, Bupati Luwu Timur menyampaikan apresiasi atas semangat dan kerja keras panitia dan para peserta untuk memeriahkan lomba dayung perahu naga. Menurut Bupati, kegiatan ini merupakan agenda tahunan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudmudora) serta Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kabupaten Luwu Timur.

“Lomba ini, terkait dengan khasanah budaya dan kearifan lokal masyarakat yang ada di Kota Malili. Ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk kegiatan di tahun mendatang sebagai salah satu kegiatan olahraga dan pariwisata,” tuturnya.

Selain itu, Bupati meminta agar event ini dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara peserta lomba dengan Pemerintah daerah.

Sementara Panitia Penyelenggara, Hamris Darwis dalam laporannya menyampaikan, jumlah peserta yang telah mendaftar pada di event sebanyak 28 tim yang terdiri dari perwakilan Kecamatan, sejumlah Organisasi Masyarakat dan perwakilan Desa/Kelurahan se Kecamatan Malili. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan akan memperebutkan piala tetap serta uang pembinaan dengan total Rp. 52 juta bagi para juara.

“Untuk Juara I berhak mendapatkan Rp. 20 juta untuk setiap tim, Juara 2 Rp. 15 juta, Juara 3 sebesar Rp. 10 juta dan Rp. 7 juta untuk juara 4,” kata Hamris merincikan. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.