Proses panen rumput laut selama ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menyimpan risiko bagi petani. Selain harus memisahkan rumput laut dari tali budidaya secara manual, mereka juga kerap mengalami luka akibat kerang, tiram, dan organisme laut yang menempel pada tali.
Melihat kondisi tersebut, tim dosen Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menciptakan mesin penarik dan perontok rumput laut otomatis untuk membantu petani bekerja lebih cepat, efisien, dan aman. Inovasi itu diperkenalkan kepada Kelompok Tani Pasampa Katonik di Desa Bassiang Timur, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Kamis (2/7/2026).
Mesin tersebut merupakan hasil Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diketuai Abdul Rais bersama Baso Ali dan Safwan Kasma. Selain dosen, kegiatan itu juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Berbeda dengan cara konvensional, mesin ini memungkinkan petani memisahkan rumput laut dari tali budidaya langsung di atas perahu. Petani cukup memasukkan tali ke dalam mesin, kemudian rumput laut akan terlepas secara otomatis dan terkumpul secara terpisah.
Cara kerja tersebut memangkas waktu panen sekaligus mengurangi kebutuhan membawa rumput laut yang masih menempel pada tali ke darat. Dengan begitu, petani dapat menghemat tenaga, menekan biaya transportasi hasil panen, serta mempercepat proses pascapanen.
Kurangi Risiko Cedera Saat Panen
Ketua Tim PKM UNCP, Abdul Rais, mengatakan inovasi tersebut lahir tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjawab persoalan keselamatan kerja yang selama ini dihadapi petani rumput laut.
“Selama ini petani sering mengalami luka akibat kerang tiram maupun organisme tajam yang menempel pada tali budidaya. Melalui mesin ini, kontak langsung dengan tali dapat dikurangi secara signifikan sehingga risiko cedera maupun infeksi dapat diminimalkan. Harapannya, teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan sistem kerja yang lebih aman, praktis, dan nyaman bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Selain memperkenalkan mesin, tim PKM juga memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan alat kepada anggota Kelompok Tani Pasampa Katonik. Pendampingan tersebut bertujuan agar masyarakat mampu mengoperasikan serta merawat mesin secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Mesin ini juga mengusung sistem forward-reverse otomatis yang memudahkan pengoperasian tanpa harus memutar alat secara manual. Desainnya dibuat ergonomis dan mampu menggabungkan proses penarikan serta perontokan rumput laut dalam satu rangkaian kerja.
Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas petani rumput laut di Kabupaten Luwu. Selain mempercepat proses pascapanen, teknologi tepat guna ini juga berpotensi menekan biaya produksi sekaligus menciptakan sistem kerja yang lebih modern dan aman bagi masyarakat pesisir.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

