Momen Ketika Bupati Husler Selfie Bersama Warga Libukan Saat Syukuran

2 Min Read

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler melayani masyarakat yang ingin berfoto bersama dirinya meskipun sementara memegang piring. Momen itu terjadi ketika Bupati melakukan kunjungan kerja ke daerah Mahalona Raya di Kecamatan Towuti tepatnya Desa Libukan Mandiri dalam rangka menghadiri acara pesta panen yang dilaksanakan warga desa tersebut sekaligus bertatap muka, Rabu (12/02/2020).

Pada kesempatan tersebut, Bupati mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat yang diutarakan oleh Kepala Desa Libukan Mandiri, Syahrir T.

Adapun keluhan masyarakat diantaranya ; 400 hektar lahan sawah hasil cetak sawah yang harus dipikirkan sumber air untuk mengairi sawah, Kapan pembagian sertifikat lahan, Normalisasi sungai di SP4, dan penambahan Bus sekolah.

Bupati Thoriq Husler langsung merespon curhatan Kades Libukan mengenai sumber air untuk pengairan sawah 400 hektar tersebut, bahwa akan menggunakan sumber air dari sungai Timbalo atau sungai Libukan. “Tolong Kadis PU dan Kadis Pertanian tangani ini agar sawah yang sudah di cetak ini bisa dialiri dan petani bisa mengolahnya,” pinta Bupati.

“Untuk Sertifikat, tidak lama lagi saya akan menyerahkan sertifikat lahan. Demikian pula dengan normalisasi sungai di SP4. Jika memungkinkan segera akan dilakukan normalisasinya. Kita punya alatnya, tolong kadis PU cek kondisi sungainya, jika bisa segera lakukan normalisasi,” kata Thoriq Husler.

Terakhir, Bupati mengatakan akan menambah satu unit lagi mobil bus agar semua anak-anak di Mahalona Raya ini bisa sekolah dengan nyaman.

Turut hadir pada acara pesta panen tersebut, Anggota DPRD Luwu Timur, Arifin dan Abduh, Kepala OPD, Camat Towuti, Kepala Desa se Mahalona Raya. (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.