Nama Muhammad Ardhiyat Syam Putra kembali menjadi perhatian setelah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan bantuan kesejahteraan kepada atlet berprestasi nasional dalam pembukaan Rapat Kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Luwu Timur di Wisma Trans, Malili, Sabtu (18/7/2026).
Karateka asal Sorowako itu menerima bantuan kesejahteraan sebesar Rp20 juta dari pemerintah kabupaten Luwu Timur sebagai bentuk apresiasi atas sederet prestasi yang berhasil diraihnya di berbagai kejuaraan tingkat nasional. Bantuan tersebut diterima oleh orang tuanya yang mewakili Ardhiyat.
Di balik penghargaan tersebut, Ardhiyat bukanlah nama baru di dunia karate Sulawesi Selatan. Ia merupakan atlet yang tumbuh dalam tradisi karate yang kuat di Luwu Timur, yang melanjutkan jejak sang paman sekaligus senseinya, almarhum Amran Syam, tokoh karate Luwu Timur yang juga pernah menjabat Ketua DPRD Luwu Timur.
Menjaga Tradisi Prestasi Karate Luwu Timur
Bakat karate Ardhiyat berkembang sejak usia muda. Putra Arfah Syam itu konsisten mengukir prestasi dari tingkat pelajar hingga ajang nasional.
Perjalanan prestasinya dimulai dengan mewakili Sulawesi Selatan pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional 2018 di Yogyakarta setelah sebelumnya meraih medali emas di tingkat provinsi.
Setahun kemudian, Ardhiyat kembali mengharumkan nama daerah dengan meraih medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV Jakarta 2019 di nomor kumite kelas 55 kilogram. Pada tahun yang sama, ia juga tampil di ajang internasional dan berhasil membawa pulang medali perak pada kejuaraan karate di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur, Malaysia.
Prestasinya terus berlanjut. Pada Porprov Sulawesi Selatan 2022 di Sinjai-Bulukumba, Ardhiyat sukses mempersembahkan medali emas untuk Luwu Timur setelah menaklukkan karateka tuan rumah pada final kumite senior kelas 60 kilogram.
Tahun 2023, ia kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih medali emas pada International Karate Championship Yogyakarta Open, sebelum tampil membela Sulawesi Selatan pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 dan menyumbangkan medali perunggu.

Memasuki 2026, Ardhiyat tetap menjaga konsistensi prestasinya. Ia berhasil meraih medali emas pada Kejurda FORKI Sulawesi Selatan, medali perunggu pada Kejurnas PB FORKI, serta medali perak pada Piala Ketua PB FORKI di Bandung.
Rangkaian prestasi tersebut mengantarkannya menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebagai salah satu atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, mengatakan bantuan kesejahteraan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada atlet yang terus mengukir prestasi.
“Ini sebagai bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kepada atlet yang berprestasi, khususnya di tingkat nasional,” ujarnya.
Prestasi di Arena, Berhasil Pula di Bangku Kuliah
Di tengah kesibukannya menjalani latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan, Ardhiyat juga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM) hingga meraih gelar sarjana.
Keberhasilannya menyelesaikan pendidikan menjadi bukti bahwa prestasi olahraga dapat berjalan seiring dengan pencapaian akademik apabila dijalani dengan disiplin dan komitmen.
Kini, Ardhiyat kembali dipersiapkan menjadi salah satu kekuatan karate Luwu Timur pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026. Dengan pengalaman bertanding mulai dari tingkat pelajar, internasional, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON), ia diharapkan mampu kembali menjadi penyumbang medali bagi Kabupaten Luwu Timur.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

